Waspada Dampak La Nina, Dewan Ingatkan Pemkot Kebut Perbaikan Drainase - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Waspada Dampak La Nina, Dewan Ingatkan Pemkot Kebut Perbaikan Drainase

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Intensitas hujan pada awal tahun 2021 yang diprediksi BMKG Pusat mencapai 20-40 persen atau yang dikenal dengan fenomenan “La Nina” dikhawatirkan akan menimbulkan sejumlah genangan, termasuk di Kota Makassar.

Dengan begitu, DPRD Kota Makassar meminta pemerintah kota (pemkot) melalui pemerintah khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar diminta untuk mengebut pembenahan infrastruktur penujang guna memininalisir banjir.

Anggota komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi dini hal tersebut mengingat intensitas hujan masih kecil.

“Kita harus siap siaga apalagi kita di Sulsel atau Makassar masuk radar fenomena ini. Untuk dinas PU sendiri dalam meghadapi musim hujan ini Dinas PU harusnya memperbaiki sarananya. Harus dipikirkan dari sekarang jangan sudah banjir baru dipikirkan,” kata Suharmika sapaannya, Kamis (22/10/2020).

Legislator Golkar ini melanjutkan bahwa pemetaan titik-titik banjir di Kota Makassar harus secepatnya dilakukan agar pembenahan bisa berjalan efektif dan efisien.

Kondisi pembangunan di Makassar saat ini diakui memang mengalami keterlambatan dari tahun-tahun sebelumnya mengingat adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19. Hal itu ditandai dengan tersendaknya pengerjaan drainase.

“Khususnya pembangunan drainase ini dinas PU bisa mengebut pengerjaannya sesuai himbauan BMKG harusnya menjadi atensi dinas PU harusnya sudah memikirkan persiapan khusus antisipasi fenomena ini,” tuturnya.

Ia pun mengatakan persoalan banjir yang hampir tiap tahun melanda Makassar juga perlu dicari jalan keluarnya. Tak hanya mengantisipasi fenomena ini, karena saat memasuki musim hujan, sejumlah daerah akan tetap terkena dampak.

“Setiap terjadi instensitas hujan itu pasti ada lagi Makassar yang kena, jadi minimal ada solusi daerah itu tidak banjir lagi, bukan lagi harapkan mereka bantuan tapi pencegahan dan ini perlu dicarikan solusinya intinya Makassar semoga terhaindar tahun ini karena ada juga masalah Covid-19,” tugkasnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat dikonfirmasi perihal itu mengatakan melawan bencana alam adalah hal yang tidak mungkin bisa dilakukan, namun dalam meminimalisir resiko yang ada pihaknya akan selalu tanggap.

“Tentu, upaya kita yang pertama adalah harus waspada, melawan alam itu tidak bisa, siapa bisa lawan bencana? tetapi harus sadarkan masyarakat,” kata Rudy.

Baca Juga : PU Makassar Siapkan Rp21 Milliar Untuk Pengendalian Banjir

Kepala dinas PU Provinsi Sulsel itu juga menyebut fenomena La Nina adalah hal yang tidak bisa dihindari. Maka jalan keluar kata dia adalah waspada.

Dengan begitu, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga perilaku hidup bersih. Tidak membuang sampah sembarangan termasuk ke selokan yang bisa menghambat laju air pada saat hujan turun.

“La Nina tidak bisa kita tahan, tidak bisa kita bilang jangan datang di sini La Nina. Maka jalannya kita harus waspada, di satu sisi kita jaga kebersihan, jangan buang sampah, jaga itu drainase,” kunci Rudy.

Baca Juga : Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Makassar Dua Hari Kedepan

Diketahui, fenomena La Nina diprediksi terjadi pada periode Oktober, November dan Pertengahan Desember. Intensitas hujan dipastikan akan meningkat, akhir Desember hingga awal tahun.

Fenomena La Nina sendiri berasal dari El Nino yaitu kondisi saat setahun penuh intensitas panas lebih tiggi sehingga memupuk awan hujan lebih banyak di tahun selanjutnya.

(Isak Pasa’buan/ foto : int)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending