Motif Pembacokan Istri Dan Mertua Di Makassar Dipicu Cemburu - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Motif Pembacokan Istri dan Mertua di Makassar Dipicu Cemburu

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Polsek Panakkukang mengungkap motif penganiayaan berat yang dilakukan (alm) Saparuddin Dg Lewa (45), terhadap istri dan mertuanya. Diketahui peristiwa beradarah itu terjadi di rumah korban, Jalan Barawaja Raya, Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang, kota Makassar, Sulsel, Jumat (23/10/2020), sekitar pukul 12.25 Wita.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fathur Rakhman menjelaskan, hasil keterangan korban Selvi (40), bahwa penganiayaan disebabkan kecemburuan sang suami yang mencurigai istrinya tersebut, telah menjalin hubungan dengan laki-laki lain selama pelaku mendekam di dalam penjara.

“Diduga motif pelaku menebas korbannya dikarenakan kecemburuan, karena selama pelaku ditahan di Lapas Gunung Sari dengan kasus pembunuhan di Jeneponto, korban Selvi pernah meminta cerai dan tidak pernah menjenguk pelaku,” jelas Fathur Rakhman dalam keterangan tertulisnya, Jumat malam.

Setelah bebas dari tahanan sekitar 1 bulan yang lalu, pelaku kemudian mendatangi rumah korban dalam kondisi emosi karena mencurigai bahwa istrinya telah menjalin hubungan asmara dengan pria lain.

Pelaku kemudian memaksa ke dalam rumah rumah korban, meski sebelumnya sempat ditolak oleh korban.

Tak hanya Selvie, pelaku juga dilampiaskan kemarahannya kepada Alimuddin (62) serta Salma (60), yang tak lain adalah mertuanya sendiri.

Baik istri maupun mertuanya menderita luka bacok di sejumlah tubuhnya dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Selvi menderita luka tebas di bagian lengan kiri serta kepala, perut, paha dan badannya.

Sementara mertua laki-laki pelaku (Alimuddin) yang mencoba menolong Selvi, menderita luka tebas di bagian lengan kiri kanan serta jari kiri.

Mertua perempuan pelaku, Salmah yang keluar rumah meminta pertolongan warga sekitar, juga tak luput dari tebasan parang di bagian lengan tangan kiri dan kanan, sehingga mengakibatkan luka seruis.

“Setelah menganiaaya para korban, pelaku kabur bersembunyi di rumah saudara perempuannya di Jalan Pampang 2, Lorong 4. Tim Resmob yang menerima informasi langsung mengadakan penggerebekan di rumah tersebut, namun pelaku masih sempat menyerang anggota Resmob (Aipda Zulkadri) di bagian muka dan kaki dalam ruang tamu rumah tersebut,” sambungnya.

Melihat kondisi tersebut, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembak ke bagian kepala dan badan pelaku sebanyak 6 kali yang mengakibatkan pelaku tewas di tempat.

(Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending