Sudah 21 Orang Diamankan Terkait Kerusuhan Depan Kampus UNM - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Sudah 21 Orang Diamankan Terkait Kerusuhan depan Kampus UNM

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Polrestabes Makassar hingga Jumat (23/10/2020), mengaku telah mengamankan 21 orang terkait kerusuhan di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kamis (22/10/2020) malam kemarin.

Mereka yang diamankan sejauh ini masih dalam proses pemeriksaan dan belun ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu disampaikan Kabag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edhy Supriadi dikonfirmasi MakassarToday.com, Jumat malam.

“Sampai hari ini sudah 21 orang yang diamankan. Semua masih menjalani pemeriksaan. Yang tersangka belum, besok (Sabtu) rencana akan disampaikan,” kata Kompol Edhy.

Sebelumnya Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam yang turun langsung di lokasi kejadian mengatakan, 13 orang diamankan saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

“Ada 13 orang kita amankan, sementara dalam pemeriksaan, kita kumpulkan bukti-bukti kita akan pisahkan kelompok masyarakat dengan mahasiswa maupun kelompok diduga penyusup, profokasi hingga melakukan upaya anarkis,” jelas Kapolda Sulsel, Kamis (22/10/2020) malam.

Kapolda juga tak menampik jika insiden pengrusakan dilakukan oleh kelompok tertentu yang disebutnya sebagai aliansi makar.

“Sudah jelas ada penyusup dalam aksi mahasiswa tadi. Mereka ini diduga kuat melakukan pengrusakan  dan provokasi,” bebernya.

Seperti dilansir sebelumnya, kerusuhan tersebut diawali dengan aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja oleh sekelompok mahasiswa.

Situasi memanas malam hari, saat demonstran memblokade ruas Jalan AP Pettarani.

Kerusuhan pun pecah, setelah beberapa demonstran diduga terpancing aksi provokasi oleh oknum yang diduga sebagai penyusup.

Polisi yang tiba di lokasi langsung memukul mundur demonstran hingga berhamburan lari ke dalam area kampus UNM.

Demonstran kemudian menyerang aparat (dalmas) yang beratahan di depan gerbang kampus dengan menggunakan batu dan dibalas dengan tembakan gas air mata dari aparat.

Situasi baru dapat berangsur kondusif, setelah Kapolda Sulsel mengeluarkan perintah menarik mundur personelnya dan mengimbau demonstran agar berhenti melakukan pelemparan ke arah petugas.

(Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending