Masih Berperkara, Anggaran Proyek RS Batua Kembali Diusulkan - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Masih Berperkara, Anggaran Proyek RS Batua Kembali Diusulkan

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar kembali mengusulkan anggaran pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua, meski pada tahap pertama proyek RS type C itu masih berperkara di Polda Sulawesi Selatan.

Usulan anggaran proyek RS Batua diketahui tercantum dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dinkes Makassar, yang tengah dibahas di lembaga DPRD Kota Makassar.

Ketua Komisi D bidang Kesra DPRD Kota Makassar, Abd Wahab Tahir membenarkan adanya usulan anggaran tahap dua proyek RS Batua di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2021.

“Ada dua Puskesmas masuk program peningkatan status menjadi RS diusulkan di APBD 2021, totalnya Rp100 miliar, termasuk RS Batua. Ini usulan anggaran tahap dua proyek itu,” kata Legislator Golkar itu, Rabu (18/11/2020).

Wahab mengaku, perihal usulan tahap dua proyek itu bukanlah menjadi persoalan bagi pihaknya dikarenakan kebutuhan peningkatan pelayanaan rumah sakit di Makassar saat ini sangat diperlkukan, khususnya dalam penangnan Covid-19.

“Kalau diusulkan tidak masalah. Tetap kita bahas itu,” sambungnya.

Adapun terkait kasus dugaan korupsi pada proyek pertama RS Batua, kata Wahab, tetap akan menunggu rekomendasi pihak Polda Sulsel.

“Nanti kuta tunggu rekomendasi Polda. Tapi untuk tahap dua itu tetap bisa diusulkan, kan dilelang kembali,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Tim Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel masih mendalami kasus RS Batua dengan melakukan pemeriksaan beberapa pihak yang terkait.

Polda Sulsel juga telah mengantongi hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dimana dari perhitungan saat ini ditemukan kerugian negara senilai Rp7 miliar.

Kerugian negara, lanjut dia, kemungkinan bisa bertambah setelah audit fisik oleh ahli bangunan sudah keluar.

“Ada kemungkinan jumlah kerugian negara hampir Rp29 miliar yang digunakan dalam pembangunan itu dianggapnya kerugian negara,” terang Rosyid.
 
(Wilda/*)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending