Tak Hadir Di Sidang Kasus Salah Tangkap, Polrestabes Makassar Disebut Tak Profesional - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Tak Hadir di Sidang Kasus Salah Tangkap, Polrestabes Makassar Disebut Tak Profesional

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Sidang Praperadilan kasus salah tangkap Supianto yang kerap disapa Ijul yang jadwalkan pada hari Rabu (18/11/2020), pukul 09.00 Wita di Pengadilan Negeri Makassar harus ditunda lantaran tidak dihadiri pihak termohon dalam hal ini Polrestabes Makassar.

Sidang pertama dengan agenda pembacaan gugatan pemohon melalui registrasi perkara dengan nomor: 23 Pid.Pra/2020/PN. Mks, menghadirkan pemohon (Ijul) diwakili kuasa hukumnya, LBH Makassar melawan Polrestabes Makassar selaku termohon.

“Bahwa sidang yang sebelumnya diagendakan pada pukul 09.00Wita akhirnya dilakasanakan sekitar pukul 11.30 Wita. Hal ini disebabkan karena tidak ada informasi pasti kehadiran termohon, saat pembukaan sidang pihak termohon masih tidak hadir, akibatnya sidang ditunda sampai Rabu (25/11/2020), pekan depan dengan agenda pembacaan permohonan gugatan,” kata Andi Haerul Karim, selaku Kadiv Sipol LBH Makassar.

Ketidak hadiran termohon dikarenakan alasan belum ada penunjukan Surat Kuasa (SK) untuk menghadiri sidang, berdasarkan info dari hakim tunggal dari pihak termohon.

Alasam tersebut dinilai LBH Makassar adalah bentuk sikap tidak professional sebagai lembaga penegak hukum karena alasan yang diajukan tidak masuk akal dan tidak berdasar hukum.

Hal ini diungkapkan karena sebelum sidang praperadilan pihak Pengadilan telah mengirim surat pemberitahuan jadwal sidang yang rentan waktunya sekitar satu pekan sehingga ada selang waktu yang lama untuk memberikan surat tugas.

“Ini bentuk sikap tidak profesional mereka (Polrestabes Makassar), karena sudah ada surat pemberitahuan sidang satu pekan sebelumnya,” ucapnya.

Ketidak hadirian pihak Polrestabes, lanjut Haerul, juga menimbulkan kesan bahwa pihak termohon tidak siap dengan konsekuensi hukum atas penetapan tersangka yang telah ditetapkan terhadap pemohon.

“Kesannya mereka tidak siap dan kuat dugaan bahwa upaya penundaan agar berkas pokok perkara pemohon bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Makassar sehingga menggugurkan praperadilan termohon,” kata Haerul.

Haeul menambahkan, akibat dari gugurnya praperadilan termohon seluruh kejanggalan kejanggalan dan maladministrasi penangkapan, penahanan serta penetapan tersangka Ijul selaku termohon tidak akan diketahui oleh halayak ramai.

“Oleh karena banyaknya dugaan dugaan yang bisa timbul karena ketidak hadiran termohon, agar kiranya Kapolri dan Kapolda Sulsel mengevaluasi termohon sebagai atasan langsung,” pintanya.

Penundaan sidang praperadilan ini juga ia sebut melanggar prinsip-prisip hukum acara peradilan pidana, yaitu peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan.

“Selain itu penundaan ini juga berdampak pada hak hak tersangka terkait kepastian hukum penanganan kasus termohon, dimana seharusnya jika termohon profesional maka tanggal 25 November 2020 sesuai hukum acara praperadilan pihak termohon sudah memperoleh kepastian hukum,” ujarnya.

LBH Makassar berharap agar majelis hakim memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal tersebut dalam lanjutan proses praperadilan ini.

Sekedar diketahui, Supianto yang kerap disapa Ijul ditangkap oleh nggota Kepolisian Polrestabes Makassar sekitar pukul 21.00 Wita di Kantor YLBHI-LBH Makassar dengan sangkaan terlibat secara bersama-sama dalam aksi pembakaran mobil ambulance milik Partai Nasdem di Jalan A.P. Pettarani (depan kantor Partai Nasdem) pada 22 Oktober 2020 sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 170 dan 187 KUHP.

Ijul ditangkap atas dasar pengakuan seorang yang bernama Alim dan bukti pentujuk berdasarkan informasi dari pihak kepolisian yang datang di sekretariat FMN Makassar beralamat di Jalan Tidung III pada 23 Oktober 2020 sekitar pukul 04.20 Wita, saat akan melakukan upaya penangkapan paksa namun berhasil digagalkan oleh kawan-kawan FMN Makassar yang juga pada saat itu bersikeras untuk tidak melepaskan Ijul karena Pihak Kepolisian yang berjumlah sekitar 20 orang tidak menunjukkan surat tugas dan perintah penangkapan.

Hingga berita ini dilansir, pihak Polrestabes Makassar belum bisa dikonfirmasi.

(Tim/*)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending