Hadir Di Makassar, Filosofi Kopi Pilih Bangunan Tua Jadi Kedai - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

BISNIS

Hadir di Makassar, Filosofi Kopi Pilih Bangunan Tua Jadi Kedai

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Sejarah dan tradisi akan cita rasa sebuah sajian kopi bagi masyarakat Provinsi Sulsel, khususnya Kota Makassar tak bisa lagi di pandang sebelah mata.

Sejak era tahun 60an hingga sekarang, kopi selalu menjadi pelengkap dalam obrolan baik bersama keluarga, kolega maupun komunitas.

Dewasa ini, sejumlah kedai mencoba menarkan berbagai konsep tongrongan, termasuk meningkatkan kualitas cita rasa kopi yang akan disajikan kepada pengunjung.

Di Sulsel sendiri, biji kopi Arabika dan Robusta khas Kabupaten Tana Toraja, masih menjadi primadona para pecinta kopi.

Kopi ini disebut memiliki taste (rasa) tersendiri di lidah penikmatnya. Rasa pahit juga asam, dihasilkan dari biji kopi khas Tana Toraja tersebut.

Dari itulah, para penikmat kopi gemar meminum seduhan kopi roasting dari mesin khusus biji kopi yang menghasilkan sebuah solusi penghilang penat karena sehari beraktivitas di luar rumah.

Filosofi Kopi yang berpusat di Jakarta, kini hadir di jantung Kota Makassar, tepatnya di Jalan Syarif Al Qadri No. 38, memberikan sensasi baru meminum kopi.

Nama Filosofi Kopi sendiri terinspirasi, dari sebuah cerita buku yang membahas semua tentang kopi dan diangkat dalam film layar lebar (film) yang bertujuan baik pula.

Dari cerita singkat tentang sejarah Filosofi Kopi, sejumlah aktor dan aktris pemeran dalam film inilah yang mengawali untuk membuat sebuah perusahaan kedai kopi di Indonesia.

Nama perusahaan yang mereka buat pun PT. Filosofi Kopi Mandiri, mirip judul serta jenis usaha yang para pemeran layar lebar ini perankan di film tersebut.

Filosofi Kopi dirintis Angga Dwimas Sasongko sebagai Komisaris PT. Filosofi Kopi Mandiri, Rio Dewanto sebagai Chief Executive Officer dan Chicco Jerikho sebagai Chief Learning & Development Officer.

Keempat orang ini memutuska memilih Kota Makassar sebagai kota berikut dalam membuka usaha kedai kopi milik mereka.

Di Makassar, mereka memilih sebuah bangunan tua di Jalan Syarif Al Qadri, yang berdiri sejak tahun 1930an sebagai kedai cabang.

Pengakuan Chicco, sapaan akrab Chicco Jerico, memilih Makassar sebagai cabang kedai Filosofi Kopi karena dinilai memiliki sejarah penikmat kopi. Itu yang dia pernah dengar dari orang-orang terdekatnya.

Chicco menyebut penikmat kopi dan warung kopi (warkop) di Kota Makassar sangat berkembang pesat. Bahkan kata dia, pengusaha warung kopi menciptakan cita rasa kopi beda dari Kota lainnya.

“Saya tidak heran dengan penikmat kopi di kota ini. Apalagi warung kopinya yang semakin banyak dan pesat. Saya pilih Makassar karena sejarah dan budaya apalagi penikmat kopinya tidak pernah di makan usia,” ucap mantan kekasih Laudia Cintya Bella itu dalam obrolan virtual bersama awak media, Kamis (19/11/2020).

Terkait bangunan tua yang menjadi kedai Filosofi Kopi, Chicco menjelaskan, selain memiliki sejarah karena bekas tokoh kelontongan. Lokasi yang dipilih ini sangat seksi jika dibuat menjadi kedai dan pas dengan konsep Filosofi Kopi.

“Selain usianya yang cukup tua, sejarah gedung itu juga sangat terkenal dengan sejarahnya sebagai tokoh kelontongan. Jadi bagi saya seksi aja kalau dijadikan tempat untuk Filosofi Kopi,” katanya sembari tersenyum.

Senada dengan Rio Dewanto, bahwa pecinta kopi di Makassar sudah ia dengar sejak beberapa tahun belakangan. Kata Rio, penikmat atau komunitas pecinta kopi tanah air berasal dari Kota Makassar.

“Semoga kehadiran Filosofi Kopi di Makassar menambah cita rasa kopi bagi penikmat kopi di sana,” tutur Rio.

Mereka juga beercerita banyak tentang awal berdirinya perusahaan dan usaha yang mereka rintis bersama itu. Suka duka dalam mengawali usaha kedai kopi Filosofi Kopi juga mereka kisahkan.

Rencananya, di awal tahun 2021 mereka bakal bertolak ke Makassar sekaligus meresmikan kedai Filosofi Kopi.

(Dan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending