Polisi Temukan Fakta Baru Mayat Pria Diduga Korban Tabrak Lari Di Tol Reformasi - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Polisi Temukan Fakta Baru Mayat Pria Diduga Korban Tabrak Lari di Tol Reformasi

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Teka-teki tewasnya Firman, pria yang ditemukan tak benyawa di Jalan Tol Reformasi, Makassar beberapa hari yang lalu mulai terkuak.

Dari hasil temuan sementara, Firman tewas akibat adanya trauma atau benturan benda tumpul.

Hal itu diketahui setelah Tim Forensik Dokpol Biddokes Polda Sulawesi Selatan, melakukan autopsi terhadap jenazah firman Selasa malam lalu.

“Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam memang ditemukan fakta adanya trauma atau benturan benda tumpul. tetapi yang menjadi perhatian, kekerasannya ini terdapat pada beberapa tempat di tubuh bukan pada satu tempat saja. Ada istilahnya multivel trauma,” jelas Dokter Forensik Dokpol Biddokes Polda Sulawesi Selatan, dr. Denny Matius, Kamis (19/11/2020).

dr. Denny Matius menambahkan, bahwa pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail terkait temuan-temuan lainnya lantaran masih menunggu perampungan hasil autopsi yang diperkirakan memakan waktu sebulan.

“Hasil autopsi kita masih dalami. Nanti kita pelajari dari hasil fakta-fakta temuannya. Terus kita ambil kesimpulan luka mana yang menyebabkan kematian. Nanti pihak penyidik yang akan sampaikan,” ujarnya.

Sebelumnya pihak Polsek Tamalanrea mengatakan bahwa tewasnya Firman diduga kuat merupakan korban tabrak lari.

Namun setelah pihak keluarga korban melihat sejumlah luka pada tubuh korban, pihak keluarga tidak percaya sehingga meminta untuk dilakukan autopsi dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Tamalanrea.

“Saya juga belum bisa berasumsi bahwa korban pembunuhan. Yang saya lihat dan paling meragukan itu, bahwa bukan lakalantas (ialah) lubang di hidung dan luka di telinga, di telinganya itu kan ada bekas luka teriris tidak seperti luka benturan,” ungkap kakak Firman, Yunus (40).

(Haeril)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending