Modal Rp150 Ribu, Olahan Ikan Nurul Raup Omzet Puluhan Juta Perbulan - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

BISNIS

Modal Rp150 Ribu, Olahan Ikan Nurul Raup Omzet Puluhan Juta Perbulan

Published

on

Makassartoday.com, Gowa – Produk olahan dari ikan terkadang jarang dilirik orang untuk dijadikan sebuah usaha yang menjanjikan. Padahal, ikan merupakan bahan baku yang mudah ditemukan bahkan sangat terjangkau.

Salah satu pelaku usaha di Kabupaten Gowa yang lihai dalam melihat peluang adalah Nurul Inayah. Kepada Makassartoday, Nurul berkisah awal mula dirinya merangkak dari bawah hingga meraih omzet puluhan juta perbulan berkat olahan ikan yang diberi nama Nugatsu.

Berangkat dari modal Rp150 ribu, Nurul memberanikan diri membuat olahan ikan sejak tahun 2014 lalu. Menurut Nurul, ikan merupakan bahan baku yang mudah ditemukan, dan harganya yang relatif terjangkau.

“Pilih ikan karena bahan bakunya mudah di dapat dan harganya sebagai bahan baku relatif terjangkau,” kata Nurul, Kamis (26/11/2020).

Dari sekian banyak jenis ikan, Nurul memilih Ikan Kakap Putih sebagai bahan utama produknya. Adapun produk yang dihasilkan Nurul yakni bakso ikan, otak-otak bakar, otak-otak goreng, dan siomay.

Dari pelbagai macam produknya tersebut, yang paling laris di pasaran yakni
Otak-otak. Bahkan kerap dijadikan buah tangan.

“Yang paling laku itu otak-otak. Paling banyak diminati dan sering dijadikan oleh-oleh,” tutur Nurul.

Dengan berjalannya waktu, usaha Nurul pun kian berkembang pesat, dirinya bahkan kini memiliki Reseller di sejumlah Kabupaten/Kota di Sulawesi. Diantaranya, Takalar, Pinrang, Sengkang, Mamuju Kota, Mamuju tengah (Topoyo), Palu, Selayar dan Malili.

Untuk memproduksi produknya pun Nurul tak tanggung-tanggung, untuk olahan otak-otak goreng saja, Nurul membutuhkan 15 Kilogram Ikan dalam sekali produksi.

Sementara untum otak-otak bakar, dibutuhkan 6 Kilogram ikan. Siomay 14 Kilogram, dan untuk olahan bakso membutuhkan 10 Kilogram bahan baku ikan.

“Kami memproduksi setiap olahan tidak bersamaan sekaligus, untuk sekali produksi hanya satu macam produk saja. Jadwal produksi kami pun belum rutin tiap hari, sampai saat ini masih seminggu 3 kali. Tergantung stok mana yang menipis itu kami produksi,” jelasnya.

Tak heran jika dirinya mampu meraup omzet 30 hingga 40 juta per bulannya. Hal ini tentu buah dari tekad dan niat yang kuat mengolah ikan sebagai jajanan yang kini sangat diminati banyak org.

Kendati demikian, setiap usaha ada pasang – surutnya. Meskipun tak terbilang sepi peminat, diakui Nurul selama Pandemi Covid-19 melanda dunia dan Kabupaten Gowa, usahanya pun terdampak.

Diawal Covid pada bulan Maret hingga Mei Nurul sempat kewalahan memproduksi lantaran banyaknya permintaan yang kala itu Gowa dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Dimana orang-orang butuh stok makanan di rumah. Sehingga produksi Nutul naik menjadi 100 persen.

“Sebelum pandemi, kami bisa meraup keuntungan 30 hingga 40 juta perbulan. Usaha saya mulai terdampak itu di bulan Juni hingga sekarang, Omset kami terjun bebas, 15 hingga 20 juta saja perbulannya. Bahkan Reseller juga pengambilannya agak lesu,” kata Nurul.

Pada peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2020, Nurul turut serta memamerkan olahan ikan miliknya pada pameran yang diselenggarakan Dinas Perikanan Kabupaten Gowa pada Kamis pagi.

Menurutnya, dengan kegiatan ini akan membantu dirinya dalam proses pemasaran dan memperkenalkan produk hasil olahan ikan miliknya.

“Tentunya bagi kami pelaku UKM itu sangat membantu khususnya dalam proses pemasaran produk dan memperkenalkan produk kita kepada masyarakat pada umumnya. Ataupun bagi pegawai yang ada di Dinas Perikanan maupun instansi lain yang datang berkunjung ke pameran tersebut,” tutur Nurul.

(Afrilian Cahaya Putri)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending