Tangki Minibus Dimodifikasi, BBM Subsidi Dijual Ke Pertamini - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Tangki Minibus Dimodifikasi, BBM Subsidi Dijual ke Pertamini

Published

on

Makaassartoday.com, Takalar – Kepolisian Resort (Polres) Takalar, Sulawesi Selatan berhasil mengamankan 1 unit Mobil merk Suzuki jenis APV yang diduga melakukan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium disalah satu SPBU di Panaikang, Kabupaten Takalar, Sulsel.

Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto mengatakan, pelaku laki-laki berinisial Y (20) kerap kali keluar masuk SPBU untuk mengambil premium, yang kemudian dijualnya ke pertamini-pertamini yang ada di Kabupaten Jeneponto.

“Pelaku sudah melakukan sebanyak sembilan kali keluar masuk SPBU untuk mengambil premium. Dari hasil pengambilan BBM jenis Premium dijual kepada pelaku usaha Pertamini yang berada di Kabupaten Jeneponto,” kata AKBP Beny. Rabu (2/12/2020).

Sejumlah saksi yang juga sebagai operator SPBU yakni MD (22) dan B (26) pun turut diperiksa dan dimintai keterangan.

“Kedua operator dari hasil gelar perkara yang dilakukan Unit Tipidter Polres Takalar, menyatakan jika kedua saksi, yakni MD 22 dan B 26 tidak terbukti melakukan pelanggaran, statusnya sebagai saksi saja,” ujarnya.

Lanjut Kapolres, dalam menjalankan aksinya, pelaku telah dibekali dengan sejumlah alat modifikasi yang memadai di dalam mobilnya. Yakni berupa tangki cadangan dan enam buah jerigen yang dilengkapi dengan pompa sebagai penghisap.

“Pelaku memodifikasi tangki minibus dan diduga telah melakukan aksinya sejak lama dan berpindah-pindah tempat dari SPBU ke SPBU yang lain,” tuturnya.

Dalam press konference pengungkapan kasus ini, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diamankan yakni 1 unit Mobil APV berwarna putih, 1 Buah Pompa dinamo sebagai pengisap BBM jenis Premium dari tangki ke dalam tangki modivikasi, 6 buah jerigen dan kosong.

Akibat perbuatannya, pelaku Y dijerat pelanggaran pidana yakni Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Pasal 55 yang berbunyi setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerinta dipidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun penjara, Sub Pasal 53 huruf (b) berbunyi Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.

(Afrilian Cahaya Putri)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending