Distribusi Logistik Surat Suara Pilwalkot Makassar Sudah 85 Persen - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Distribusi Logistik Surat Suara Pilwalkot Makassar Sudah 85 Persen

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Makassar tahun 2020, tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan tengah dilakukan pihak penyelenggara Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kota Makassar.

KPU Kota Makassar sejauh ini mengaku persiapan dalam menghadapi hari pemungutan suara 9 Desember 2020, sudah mencapai 85 persen, diantaranya distribusi logistik dan surat suara.

“Banyak persiapan yang harus kami lakukan, logisitik berupa surat suara, Insya Allah siap. Persiapan debat kita buru segera rampung dan sekarang semua progresnya sudah 85 persen,” kata Endang Sari, Komisioner KPU Makassar Devisi Partisipasi Masyarakat dan SDM dikonfirmasi MakassarToday.com, Kamis (3/12/2020).

Endang juga menyampaikan persiapan pelaksanaan debat publik ketiga (terakhir) Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar yang akan dilaksanakan di Jakarta, Jumat (4/12/2020) besok, dan disiarkann secara langsung di salah satu stasion televisi nasional.

Adapun debat publik ketiga, kata Endang, mengambil tema “Kebijakan Covid-19, Komitment Penanganan Penanggulangan Narkoba, Perlindungan Terhadap anak, Perempuan dan Disabilitas, Penanggulangan Kemiskinan (Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat).

“Semoga debat publik menjadi rujukan bagi seluruh pemilih di Makassar dalam menilai kompetensi kapasitas dan gagasan dari setiap paslon, sehingga mereka bisa menentukan siapa yang memiliki visi-misi dan program yang paling menyentuh kebutuhan warga makassar. Kami percaya bahwa inti Demokrasi lewat proses pemilihan adalah lahirnya kepemimpinan yang bisa mewujudkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik,” tutupnya.

Seperti dilansir sebelumnya, pelaksanaan debat publik ketiga batal digelar di Makassar setelah pihak keamanan (Kepolisian), mendeteksi kerawawanan mulai dari potensi gesekan antar pendukung hingga kerumunan yang dikhawatirkan memicu klaster baru Covid-19.

(Za/*)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending