Proyek RS Batua Dilanjutkan Tanpa Rekomendasi Penyidik? - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Proyek RS Batua Dilanjutkan Tanpa Rekomendasi Penyidik?

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesahatan menganggarkan pembangunan tahap II Rumah Sakit (RS) Batua tahun 2021, padahal, rumah dakit tersebut masih dalam penyidikan pihak kepolisan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Agus Djaja Said menyatakan penyidik tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi sehingga kelanjutan proyek menjadi keputusan pemerintah kota.

“Saya sudah disampaikan oleh polisi bahwa dia tidak punya kewenangan memberikan rekomendasi. Jadi itu (kelanjutan pembangunan) bergantung dari dinasnya,” kata Agus, Jumat (8/1/2021).

Meski tidak memiliki rekomendasi penyidik, Agus memastikan tetap melanjutkan pembangunan tahap II RS Batua. Padahal sebelumnya dia mengakui kelanjutan kontruksi proyek ini bergantung rekomendasi penyidik.

Apalagi kelanjutan proyek yang tengah berproses di Polda Sulsel ini sudah dimasukkan dalam APBD 2021. Hanya saja anggaran itu mengalami pengurangan lebih dari 50%. Cuma tersisa Rp20 miliar dari sebelumnya yang mencapai Rp75 miliar.

“Jadi anggarannya itu sisa Rp20 miliar dari Rp75 miliar. Nanti kita buat perencanaannya kembali dengan anggaran itu apa yang bisa kita selesaikan. RS Batua ini kan ada masalahnya, makanya kita lanjutkan tapi tetap harus hati-hati,” ujarnya.

Kelanjutan pembangunan RS Batua, lanjut Agus sangat mendesak. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan. Belum lagi biaya sewa rumah untuk Puskesmas Batua tidak sedikit.

“Biaya sewa rumah untuk PKM Batua kan cukup besar, makanya lebih baik ini kita selesaikan daripada sewa terus,” paparnya

Menanggapi itu, Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir memperingatkan Pemkot Makassar agar tidak gegabah mengambil langkah, selama masih dalam proses hukum dugaan korupsi.

“Rumah Sakit batua itu dalam tahap penyidikan Polda,” ujar Wahab.

Jika tetap dipaksakan dibangun, kata Wahab, harus ada atensi dari penyidik, sebab, jika tanpa adanya atensi khusus maka dapat dikenakan pasal mengubah atau menghilangkan barang bukti.

Sebaiknya, pemerintah melakukan kordinasi dengan penyidik, sesuai dengan tahap-tahap penyelidikan. Jika tidak pembangunan RS Batua bisa menimbulkan masalah baru.

(Irsal)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending