Prof Idrus: Pelonggaran Jam Malam Bertentangan Imbauan IDI - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Prof Idrus: Pelonggaran Jam Malam Bertentangan Imbauan IDI

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar angkat bicara terkait kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang memberikan kelonggaran aktivitas masyarakat di tengah meningkatnya angka positif Covid-19.

Melalui Dewan Pertimbangan IDI Kota Makassar, Prof Idrus Andi Paturusi mengatakan saat ini, Kota Makassar menjadi episentrum penyebaran Covid-19 namun langkah yang diambil pihak pemerintah tidak memberikan solusi jitu untuk menekan angka penularan.

“Apa yang diputuskan Pj wali Kota Makassar sangat kontra dengan kondisi di lapangan. Di tengah peningkatan pasien positif Covid-19 justru memberikan kelonggaran beraktivitas,” sebutnya.

Bahkan dia menyebut, sampai saat ini, terus terjadi peningkatan positif Covid-19. Data tertular covid-19 di Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan dan itu harus menjadi perhatian.

Data tertular virus Covid-19 di Sulsel, yaitu 1 Januari 2021 sebanyak 550 kasus, 2 Januari 2021 berjumlah 590 kasus, 3 Januari 2021 dengan 595 kasus, 4 Januari 2021 510 kasus, 5 Januari 2021 639 kasus, 6 Januari 2021 463 kasus, 7 Januari 2021 366, 8 Januari 2021 588, 9 Januari 2021 580, 10 Januari 2021 585, dan 11 Januari 2021 sebanyak 616.

“Kita melihat data, baik peningkatan kasus baru maupun kematian dan penggunaan RS (Rumah Sakit), maka agak membingungkan isi surat edaran wali kota di atas. Kemarin 1 lagi dokter wafat. Minggu lalu 3 Professor di Makassar wafat. RS dan hotel isolasi mandiri penuh, IDI sudah mengingatkan, tapi hasilnya seperti ini. Yang ditakutkan kalau dokter bersama nakes sudah berjatuhan maka pelayanan bisa lumpuh. Kebijakan Pj Wali Kota Makassar ini, juga sangat bertentangan dengan imbauan IDI untuk senantiasa tidak menganggap remeh pandemi Covid-19,” tegasnya.

Bahkan dia menegaskan keputusan Pelonggaran pembatasan aktifitas malam Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pertanda ketidak pekaan kondisi dokter dan nakes serta kondisi saat ini tingginya Covid-19 di Sulawesi Selatan, dimana Makassar sebagai episentrum sungguh sangat disayangkan disaat angka meninggi malah buat aturan baru aktivitas usaha diperpanjang sampai pukul 22.00 Wita yang sebelumnya hanya hingga pukul 19.00 Wita.

(Irsal)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending