PK-5 Pantai Losari Kembali Berjualan - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

PK-5 Pantai Losari Kembali Berjualan

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Aktivitas ekonomi di Kota Makassar kembali bergerak sejak adanya kebijakan baru Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang memperbolehkan kegiatan-kegiatan usaha beroperasi hingga pukul 22.00 Wita.

Salah satu kegiatan ekonomi yang kembali aktif beroperasi yaitu pedagang kaki lima (PK-5) seperti jajanan pisang epe di area Pantai Losari yang sudah di izinkan kembali menjual setelah hampir tiga pekan akibat penutupan objek wisata saat peragntian tahun, beberapa waktu lalu.

Kepala UPTD Pantai Losari Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, Nurul Akbar Nur mengatakan, meski telah dibuka, para pedagang pisang epe wajib menerapkan protokol kesehatan (Prokes) mengingat pandemi belum berakhir dan angka kasus Covid-19 di Makassar yang masih tinggi.

“Sesuai edaran pak (Pj) Wali Kota, Rudi Djamaluddin kemarin, kita sudah buka. Jadi pedagang pisang epe yang ada itu bisa beroperasi dari jam setengah 3 sampai jam 10 malam,” kata Nurul saat diwawancara, Rabu (13/01/2021).

Dengan bantuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Nurul mengatakan tiap pengunjung yang datang di Anjungan Pantai Losari akan diarahkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan, salah satunya adalah tetap menggunakan masker di area tersebut.

“Kami awasi juga, tapi biasanya sedikit ji yang datang tidak sampai berkerumun,” tungkasnya.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin sendiri usai menggelar rapat bersama forkompinda, tim satgas kota Makassar, serta para pelaku usaha di Balaikota Makassar, Selasa (12/1/2021) kemarin mengajak agar seluruh masyarakat komitmen terus menerapkan 3M dalam kehidupan sehari-harinya.

“Kita harus saling sadar, tidak ada lagi kepentingan sektoral, tidak ada lagi bahwa ini untung ini rugi, tapi ini harus kita lakukan yang terbaik bagaimana kita mengendalikan Covid-19 di satu sisi, dan bagaimana pemulihan ekonomi bisa kita jalankan secara terukur. Artinya terukur itu jangan lagi pemulihan ekonomi menjadi beban kita,” ujar Rudy.

“Olehnya, pertemuan ini kita menyampaikan surat edaran bahwa kita perlonggar sedikit sumber ekonomi yang bisa bergerak di malam bisa jalan sebagian. Tentu pembatasan jam 10 itu bisa kita batasi, kafe-kafe, yang biasanya buka sampai jam 11 malam itu kita batasi sampai jam 10,” tambahnya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending