Puluhan Ad Hoc Kecelakaan Kerja Hingga Keguguran, Ini Kata KPU Gowa - Makassar Today
Connect with us

Politik

Puluhan Ad Hoc Kecelakaan Kerja Hingga Keguguran, Ini Kata KPU Gowa

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Gowa – Selama Tahapan Pemilu 2020 lalu, sebanyak 16 orang penyelenggara Ad Hoc yakni PPK, PPS dan KPPS yang mengalami kecelakaan kerja, berupa sakit, jatuh dari motor dan yang paling parah hingga mengalami keguguran.

Hal ini disampaikan langsung Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa, Nuzul Fitri. Dirinya mengatakan, berdasarkan kebijakan KPU dan KPU RI, ke-16 penyelenggara Pemilu ini nantinya akan diberikan santunan kepada mereka yang benar-benar bersyarat.

“Benar ada 16 orang PPK, PPS dan KPPS yang mengalami kecelakaan kerja. Mereka ada yang sakit, jatuh dari motor, keguguran pada saat tahapan Pemilu. Kebijakan KPU dari KPRI memang memberikan santunan kepada penyelenggara Ad Hoc yang bersayarat untuk mendapatkan santunan karena dalam proses pelaksanaan pekerjaan mereka itu mengalami sakit atau hal-hal lainnya yang berakibat kondisi fisiknya mungkin ada yang bermasalah,” terang Nuzul Fitri ditemui pasca penetapan paslon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Gowa.

Nuzul menjelaskan, jika santunan yang diberikan kepada Ad Hoc yang mengalami kecelakaan kerja memiliki sejumlah kategori. Santunan berupa uang mulai dari Rp8 juta hingga yang paling tinggi dianggarkan hingga Rp36 juta untuk yang meninggal dunia.

Santunan berupa uang tunai tersebut kata Nuzul telah dianggarkan pada Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

“Santunan kalau sakit sedang ada kategorinya, misalnya sakit sedang santunannya sekitar Rp8 juta kalau meninggal sekitar Rp36 juta dan memang kita sudah siapkan anggaranya kita siapkan di RKA,” kata Juzul, merinci.

Sebelum santunan diberikan, pihak KPU Gowa akan terlebih dahulu melakukan Verifikasi ke pihak Rumah Sakit atau Puskesmas.

“Jadi kita verifikasi dulu ke pihak rumah sakit dengan puskesmas apakah ini kategorinya sakit sedang dan sakit berat. Kita anggarkan sampai standar itu dan bersyukurnya tidak adanya penyeleggara yang meninggal dunia,” demikian Nuzul.

(Afrilian)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending