Relawan Mapala UMI Bawa Bantuan Ke Daerah Terisolir Di Sulbar - Makassar Today
Connect with us

Sulsel

Relawan Mapala UMI Bawa Bantuan ke Daerah Terisolir di Sulbar

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Relawan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, berhasil menembus desa terisolir untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan pascagempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang berdampak di Kabupaten Majene dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Perwakilan relawan Mapala UMI Makassar, Akhyar Abdullah melalui kiriman laporan dari lokasi, diterima Sabtu melaporkan, tim relawan sudah menembus desa terisolir untuk membawakan bantuan logistik.

“Hari ini hari kedua tim menyalurkan¬† bantuan. Kami sudah menembus Dusun Tamirimbi, Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Majene yang daerahnya terisolir,” kata Akhyar Abdullah, Sabtu (23/1/2020).

Ia juga melaporkan kondisi kekinian terkait akses jalan di lokasi setempat tidak bisa ditembus kendaraan karena jalurnya licin dan ditutupi lumpur. Tim relawan akhirnya memutuskan berjalan kaki sejauh dua kilometer untuk menyakurkan bantua ke masyarakat setempat.

Bantuan yang disalurkan di lokasi, kata Akhyar, berupa bahan makanan, seperti beras, mie instan, telur dan lainnya, adapula diprioritaskan keperluan bayi, yakni susu, selimut bayi, dot, hingga keperluan khusus bagi perempuan.

Setelah menembus Desa Kabiraan di Mejene, tim relawan UMI lainnya juga melaporkan menembus desa terisolasi dengan membawa bantuan ke Dusun Tassuke, Desa Lombang, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Mamuju. Kemudian di Lingkungan Patakeang, Kelurahan Galung, Kecamatan Tappalang, Kabupaten Mamuju.

Selain menjalankan misi kemanusiaan pencarian korban, tim juga membawakan langsung bantuan logistik kepada warga terdampak gempa, termasuk mendata jumlah korban serta keperluan yang mendesak, mengingat kondisi dan situasi ditengah pendemi COVID-19 ditambah cuaca ekstrim di musim penghujan.

Udin, salah seorang pengungsi Desa Tamirimbi melalui laporan video diterima menuturkan, saat ini seluruh keluarganya sudah mengungsi di lapangan Kampung Baru Kecamatan Ulumanda. Meski sudah mengungsi, namun masih banyak warga yang masih kekurangan tenda serta selimut.

Sebagian masyarakat pada 12 desa dan kelurahan di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, telah mengungsi di area aman akibat dampak gempa menghancurkan rumahnya, sembari menggunakan tenda seadanya, sambil menunggu situasi aman.

Satuan Tugas (Satgas) TNI-Polri, BPBD bersama tim relawan telah bergerak turun ke desa terisolir untuk membantu warga terdampak sekaligus mendata serta menyalurkan bantuan secara langsung.

Berdasarkan data sementara BNPB pascagempa Sulbar, tercatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 91 orang, hilang tiga orang, luka berat 253 orang, luka sedang 240 orang dan luka ringan 679 otang.

Warga yang mengungsi sebanyak 9.910 jiwa. Di Kabupaten Mamuju teridentifikasi sementara lima titik pengungsian, seperti di Jalu 2, Stadion Mamuju, Gerbang Kota Mamuju, Tapalang dan Kantor Bupati. Sedangkan di Kabupaten Majene, dua titik teridentifikasi yakni di SPN Malunda dan Desa Sulet Malunda.

Pemprov Sulbar telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung dari 15 Januari 2021 hingga 28 Januari 2021.

(**)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending