PKM Makassar Akan Diperpanjang? Ini Jawaban Pj Wali Kota - Makassar Today
Connect with us

Sulsel

PKM Makassar Akan Diperpanjang? Ini Jawaban Pj Wali Kota

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Jadwal penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Makassar akan berakhir besok, Selasa (26/1/2021). Aturan itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 443.01/11/S.Edar/Kesbangpol/I/2021 yang di teken langsung oleh Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin pada pekan lalu, Selasa (12/1/2021).

Namun apakah akan diperpanjang? Berikut penjelasan Pj Wali Kota Makassar. Kata Rudy pihaknya baru akan melakukan pengkajian dan evaluasi apakah PKM hingga pukul 22.00 WITA sudah efektif atau sebaliknya.

“Diakhir (pemberlakukan PKM) nanti kita kaji kembali efektivitas, kalau ini secara nyata memberikan sumbangan perbaikan, nah kita coba pertahankan dulu,” kata Rudy.

“Ini (waktu) yang kita mau evaluasi, apakah pembatasan sampai jam 10 malam ini efektif atau tidak. Kalau itu memberikan efektivitas sekarang kita akan bahas, kalau dihentikan apa efeknya, supaya jangan terjadi peningkatan kembali,” lanjutnya.

Lebih jauh, Rudy mengatakan sejak pemberlakuan PKM di Kota Makassar kasus Covid-19 mengalami penurunan, baik dari pertambahan kasus positif Covid-19, maupun kasus pasien meninggal dengan status terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ini kan sudah mulai kelihatan ada pengendalian, sudah mulai kelihatan menurun, baik korban meninggal maupun yang terpapar,” ujarnya.

Rudy menyanggah perihal banyaknya komentar yang menyatakan PKM tidak efektif. Kata dia, PKM tentu akan memberikan dampak. Dimana pembatasan aktifitas masyarakat dikurangi dan tidak seperti sebelum-sebelumnya. Sehingga, hal ini dianggap bisa memperkecil peluang masyarakat untuk berpindah dan peluang penularan Covid-19 makin kecil.

Selain itu, kata Rudy tujuan pemberlakukan PKM alias pembatasan jam malam bukan soal untung dan rugi melainkan fokus pemerintah dalam menekan dan mengendalikan angka kasus Covid-19.

“Covid-19 itu kan tidak tidur, itu 24 jam. Jadi kalau kita memperpendek aktifitas orang, sama halnya memperkecil peluang dia berpindah, kan begitu logika berpikirnya,” tukas Rudy.

“Jadi gini, yang namanya kita mengambil kebijakan, tidak akan menguntungkan semua orang, tetapi kita harus fokus apa yang kita ingin capai, sekarang fokus kita adalah mengendalikan Covid-19. Tetapi kita tetap mau menyelamatkan ekonomi, bahwa ada yang merasa dirugikan itu pasti ada. Tetapi yang terpenting, manfaat itu lebih besar daripada yang dirugikan,” kuncinya.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending