Rudy Minta Maaf Dana Hibah Pariwisata Tak Cair, PHRI Desak Diskresi - Makassar Today
Connect with us

BISNIS

Rudy Minta Maaf Dana Hibah Pariwisata Tak Cair, PHRI Desak Diskresi

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak memberikan solusi terbaik terkait polemik dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tak kunjung disalurkan kepada pelaku usaha khususnya hotel dan restoran.

Sejatinya, dana hibah sebesar Rp48,8 miliar diperuntukkan untuk menstimulus pendapatan pengusaha hotel dan restoran selama masa pandemik virus Corona. Seandainya dana hibah tersebut dapat cair maka pengusaha hotel dan restoran bisa mendapatkan sebesar 70 persen dari total anggaran.

Dalam pertemuan antara Pemerintah kota Makassar dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Penjabat Wali Kota, Rudy Djamaluddin hanya meminta maaf kepada para pengusaha karena gagal mencairkan dana hibah tersebut dengan alasan adanya keterlibatan proses administrasi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata.

“Saya minta maaf sebagai Pemerintah Kota Makassar karena adanya kelambatan-kelambatan di dalam proses administrasi yang dilakukan oleh dinas terkait sehingga pencairan anggaran tidak bisa kami eksekusi sampai akhir tahun anggaran 2020,” kata Rudy, Rabu (3/2/2021).

Padahal, pengusaha hotel yang tergabung dalam PHRI menginginkan adanya diskresi dari pemerintah kota Makassar agar dana tersebut bisa dicairkan secepatnya, mengingat tingkat hunian di hotel hanya mencapai 25 persen.

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengatakan setidaknya dalam polemik ini Pemkot Makassar mengeluarkan diskresi sedapatnya.

“Pj Wali Kota bisa lakukan diskresi ke pusat untuk pencairan dana hibah. Banyak orang yang bekerja disitu,” sebutnya.

Tak hanya itu, PHRI juga mengancam jika pencairan dana hibah tidak dilakukan dalam waktu dekat, pengusaha akan menunda pembayaran pajak terhitung mulai maret 2021 mendatang.

“Kami juga akan lakukan class action, buat apa bayar pajak? Selama ini kontribusi kami besar. Tahun 2019 lalu kami menyetor Rp180 milyar lebih pajak,” tutupnya.

(Irsal)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending