Selebgram Tewas Di Tangan Pacar, Motif Sakit Hati Karena Sulit Ditemui - Makassar Today
Connect with us

Hukum & Kriminal

Selebgram Tewas di Tangan Pacar, Motif Sakit Hati karena Sulit Ditemui

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Polsek Panakkukang berhasil mengunkap motif pembunuhan selebgram Makassar, Ari Pratama (21), yang tewas bersimbah darah di Wisma Topaz, Jalan Topaz Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (5/3/2021) sekira pukul 05.01 Wita.

Usai melakukan penyelidikan, Polsek Panakkukang langsung menggelar ekspose kasus dengan menentapkan satu orang tersangka, yakni perempuan AA (19), mahasiswi, alamat BTP, Kecamatan Tamalanrea, kota Makassar.

Tersangka AA, merupakan kekasih dari korban yang mengaku sakit hati karena sikap korban belakangan mulai berubah.

Humas Polrestabes Kompol Edhy dalam konfrensi persnya mengatakan, keduanya diketahui bertemu di pusat perbelanjaan Carefure pada Kamis (4/3/2021) sebelum memesan kamar di Wisma Topaz.

“Sebelum ke wisma, keduanya bertemu di sana (Carefure). Di wisma itu keduanya sempat cekcok sebelum korban ditikam oleh tersangka,” kata Kompol Edhy.

Adapun motif tersangka membunuh korban karena selama ini korban sulit ditemui dan sulit diajak komunikasi

Dari keterangan tersangka juga diketahui, penikaman tersebut telah direncanakan oleh tersangka, hanya saja belum terlaksana.

“Nuat tersangka menghabisi nyawa korban sudah sejak lam, tapi baru kali ini terlaksana. Tersangka sendiri menyerang korban saat sedang tertidur. Korban juga sempat melakukan perlawanan, namun puluhan luka tusuk di dada korban menyebabkan korban tak berdaya hingga meninggal,” sambungnya.

Diketahui pula bahwa korban dan tersangka telah berpacaran selama tujuh bulan. Tersangka juga mengaku jika korban pernah berjanji akan menikahinya.

Perempuan AA ditetapkan tersangka setelah petugas menemukan sejumlah barang bukti pisau dapur, sendal milik tersangka dan dua buah ponsel serta rekaman CCTV usai tersangka umenghabisi korban.

Akibat perbuatannya, perempyan AA dikenakan pasal 351 KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara. 

“Sementara ini kita masih menyelidiki apakah benar pelaku sedang dalam kondisi hamil atau tidak, karena harus diperiksa secara medis,” tutupnya .

(Nurul)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending