Connect with us
alterntif text

CITIZEN REPORT

Banyak Temukan Kelemahan, Calon Sekolah Percontohan di Parepare Segera Berbenah

Published

on

By

alterntif text

Di setiap kabupaten mitra, USAID PRIORITAS memiliki program untuk memilih sekolah terbaik menjadi sekolah model atau percontohan. Sekolah tersebut dipilih dari 24 sekolah mitranya; 16 SD/MI dan 8 SMP/MTs. Di Parepare, sekolah yang terpilih ada empat sekolah, dari tingkat SD yang terpilih adalah SD 46 dan 47 sedangkan dari tingkat SMP/MTs yang terpilih adalah SMP 4 dan MTs DDI al Banat.

Sekolah-sekolah yang terpilih diproyeksikan menjadi acuan dan laboratorium bagi sekolah-sekolah lain dalam pembelajaran, manajemen sekolah dan peran serta masyarakat. Karena menjadi acuan dan laboratorum, maka sekolah – sekolah tersebut setiap saat harus siap untuk dikunjungi dan diteliti, baik oleh sekolah dari kabupaten, maupun dari luar kabupaten.

Untuk membuatnya menjadi semakin baik, maka sekolah-sekolah ini mendapatkan perlakukan khusus. Mereka difasilitasi untuk melihat kelemahan-kelemahan yang mereka temukan di sekolah, dan dibantu untuk mencari alternatif-alternatif pemecahannya, sehingga kelemahan itu bisa diatasi. Untuk membahas berbagai kendala-kendala sekolah tersebut, mereka diajak untuk bertemu berdiskusi dan saling memberi masukan antar sekolah yang telah terpilih dalam sebuah pertemuan “Review Meeting With Good Practice Schools,” atau pertemuan reviu sekolah-sekolah praktik baik di Hotel Parewisata Parepare, Selasa (15/9)

Mereka didorong oleh fasilitator yaitu Alimuddin Dosen dari UNM dan Aisyah Chalik dari UIN Alauddin untuk benar-benar jujur mengenai kelemahan mereka, tidak menutup-nutupi sehingga obatnya juga mudah ditentukan.

Selama diskusi, walaupun mereka sudah dilatih oleh USAID PRIORITAS dan sudah berusaha untuk menerapkannya di sekolah, ternyata mereka masih mendapati banyak kelemahan. Kelemahan tersebut antara lain : sebagian guru belum mampu membuat lembar kerja yang memuat pertanyaan tingkat tinggi sehingga siswa kurang memanfaatkan imajinasi dan berpikir kompleks, sebagian guru belum mengelola kelas dengan baik, pendekatan pembelajaran belum banyak menggunakan pendekatan scientifik, minat baca siswa masih rendah dan lain-lain.

Setelah melihat kelemahan-kelemahan tersebut, para pendidik di empat sekolah tersebut berusaha untuk membuat action plan, atau rencana-rencana untuk mengatasinya. “Dalam pertemuan ini kita juga membuat mereka saling menunjukkan kelemahan dan action plan mereka, sehingga mereka bisa saling mengisi berdasarkan pengalaman atau bacaan mereka,” ujar Alimuddin, fasilitator pertemuan.

Namun menurut Alimuddin beberapa sekolah belum bisa secara tepat merumuskan kendala-kendala yang mereka hadapi,”Misalnya, dalam kendala mereka katakan siswa tidak terlalu aktif. Sebenarnya kendalanya bukan disitu, kendalanya ada di metode pembelajarannya. Itu hanya akibat saja dari pendekatan pembelajaran yang masih lemah,” ujarnya.

Selain difasilitasi melakukan pertemuan reviu kemajuan sekolah selama empat kali, Sekolah-sekolah yang terpilih nanti akan mendapatkan perlakukan khusus lainnya dari USAID PRIORITAS. Sekolah tersebut akan diajak study visit ke sekolah-sekolah terbaik di Provinsi lain dan mengambil inspirasi dari sana. (Mustajab)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending

Copyright © 2015 makassartoday.com. All Right Reserved.