Connect with us
alterntif text

Sulsel

Kondisi Bocah Tanpa Anus di Maros Makin Buruk

Published

on

By

alterntif text

Ikhsan (5) bocah penderita Atresia Ani (lahir tanpa dubur.red) terbaring lemas dipangkuan sang ibu, di RSUD Salewangan Maros, Jumat (29/1).

Bocah malang asal Desa Salenrang Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, dilairkan ke rumah sakit lantaran kondisinya yan makin memburuk. Sebelumnya Ikhsan hanya 0menjalani perawatan di rumah dengan fasilitas yang ala kadarnya.

Samsiah (35), ibu bocah malang tersebut menuturkan, sebelum dirawat di rumah sakit, Ikhsan sempat menjalani pemeriksaan di Puskesmas setempat. Karena kondisinya yang makin memburuk, tenaga kesehatan dari puskesmas memintanya agar membawa anaknya ke rumah sakit.

“Beberapa hari ini memang kondisinya mulai menurun. Perutnya juga semakin besar. Saat dokter Alan memeriksanya di rumah, dia menyuruh supaya dibawa ke rumah sakit. Makanya tadi malam (kamis malam) saya membawanya kesini,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di UGD RS Salewangan.

Dia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan dokter jaga, Ikhsan harus dirujuk ke RS Wahidin, mengingat fasilitas medis di RS Salewangan tidak memadai untuk kasus Ikhsan.

Menurut Samsiah, selama dirawat dirumah, Ikhsan hanya dikompres menggunakan daun sirih untuk menurunkan bengkak pada paerutnya. Selain itu, Ikhsan juga mengkonsumsi air obat dari seorang ustadz.

Samsiah kini bingung, karena harus membawa anaknya ke RS Wahidin. Sementara kondisi ekonomi keluarganya terbatas. Selain itu, kondisi fisik Ikhsan pun tidak mendukung untuk menjalani operasi.

“Tahun 2013 lalu sempat menjalani perawatan intensif di RS Wahidin. Sudah ada jadwal untuk operasi. Tapi tidak jadi karena waktu itu, dokter menemukan adanya kelainan dalam darah Ikhsan. Katanya darah Ikhsan susah membeku. Diperkirakan kalau tetap menjalani operasi, bekas lukanya tidak bisa sembuh,” terangnya dalam isak tangis.

Saat ini kata Syamsiah, dirinya pasrah dengan kondisi anaknya. Dia berharap anaknya bisa sembuh dan normal seperti anak-anak lainnya.

Direktur LSM Bumi Mentari, Ilham Lahiya mengatakan, pihaknya yang mendampingi Ikhsan sejak divonis menderita Atresia Ani menyebut, akhir-akhir ini kondisi fisik Ikhsan makin menurun. Sakit yang dirasakan Ikhsan saat hendak buang air besar makin parah, bahkan karena sakit yang luar biasa, Ikhsan tak jarang menjambak rambutnya sendiri.

Ilham berharap, warga Maros memberikan bantuan dan donasi untuk meringankan operasional keluarga Ikhsan selama berada di Rumah sakit.

Sebenarnya, sejak 2012 lalu putra pasangan Sampara (37) dan Samsiah ini sudah mendapat bantuan biaya dari Bupati saat itu, Hatta Rahman. Namun Ikhsan tidak jadi dioperasi karena juga menderita kelainan darah. Akhirnya Ikhsan hanya dibantu dengan obat pencahar kotoran.

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending

Copyright © 2015 makassartoday.com. All Right Reserved.