Connect with us
alterntif text

Sulsel

Danny Pimpin Dialog Penanganan Aksi Begal Di Makassar

Published

on

By

alterntif text

MAKASSAR – Wali Kota Makaasar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto memimpin dialog bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Makassar, di kediamannya, Jl Amirullah, Jumat (1/7/2016).

Menurutnya, Pemkot Makassar telah menyatakan tekad bersama dan saat ini sudah melakukan berbagai upaya mengatasi hal teraebut.

Salah satunya, kata Danny, dengan melibatkan tokoh masyarakat bersama ketua-ketua RT/RW dan ormas di masing-masing wilayah secara persuasif mendatangi rumah-rumah warga yang anaknya teridentifikasi terlibat dalam aksi kriminal atau kekerasan di jalan.

Harapannya, mereka yang terlibat begal mau secara sukarela menyerahkan diri ke pihak berwajib dan mengakui perbuatannya sebelum aparat gabungan TNI/Polri, pemerintah, beserta ormas melakukan operasi besar-besaran yang langsung melakukan penangkapan di rumahnya. Karena ratusan pelaku telah terdeteksi tempat tinggalnya.

Hasilnya, seperti yang diumumkan pihak kepolisian pada hari bayangkara ke 70 pagi tadi, telah menangkap 268 pelaku begal. Puluhan di antaranya menyerahkan diri secara sukarela.

“Kita akan bina mereka. Pelakunya memang anak-anak di bawah umur. Tapi kalau dia mau bertobat dan menyadari perbuatannya, dan orang tuanya juga bisa bekerja sama, saya bersama pak Gubernur siap menjadi jaminannya, kita akan bebaskan kembali,” tegas Danny Pomanto.

Sementara Kasad Bimas Polrestabes Makassar, AKBP Jamaluddin yang ikut hadir dalam dialog mengatakan, aksi begal dapat dideteksi sedini mungkin, jika para orang tua mau bekerja sama dengan petugas keamanan. Terlebih para begal umumnya masih berusia di bawah 17 tahun dan perlu mendapat pembinaan.

“Semua pihak harus mengawasi ini. Jangan hanya menyalahkan pemerintah, dan aparat. Karena banyak faktor yang membuat anak-anak kita ini nekat menjadi begal. Di antaranya pihak-pihak yang justru mengambil keuntungan dari mereka,” jelasnya.

Dia menambahkan, dampak dari penggunaan narkoba ikut menjadi faktor utama dalam aksi kriminalitas di jalan. Bahkan tak hanya obat-obtan Daftar G saja, kata Jamaluddin, kotoran sapi dan kambing pun bisa menimbulkan efek mambuk yang membuat para remaja nekat melakukan tindakkan kriminal di luar batas.

“Pedagang, baik itu penjual obat, minuman keras, bahkan tokoh bangunan yang menjual lem kadang hanya berfikir keuntungan. Semakin banyak yang beli semakin banyak ia meraup keuntungan tanpa mempedtimbangkan dampak yang ditimbulkan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Komandan Kodim 1408, (Dandim) Letkol kav Otto Sollu juga menjelaskan, saat ini pihaknya juga telah melakukan pemantauan 14 titik yang dianggap rawan.

TNI telah menurunkan personil Yonif Raider, Kavaleri, Sipur, Arhanud yang senantiasa berkordinasi dengan pihak Polri, bersama Ormas, dan Satpol PP dalam menindak pesoalan yang meresahkan kota ini.

“Hasilnya luar biasa, begal sudah menurun drastis dan saya rasa kalau ini semua bisa bertindak tegas semua persoalan ini bisa kita atasi,” pungkasnya.

Dari pertemuan tersebut melahirkan berbagai tindak lanjut yang akan dilakukan selanjutnya. Salah satunya, membentuk posko penanggulangan begal di tiap-tiap kecamatan. (ronny/ed)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending

Copyright © 2015 makassartoday.com. All Right Reserved.