Connect with us
alterntif text

Sulsel

Amelia Malik Beri Penjelasan Perihal PPDB Yang Dinilai Bermasalah

Published

on

By

alterntif text

Makassartoday.com, Makasaar – Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Makassar, Amelia Malik angkat bicara perihal adanya masalah yang ditemukan masyarakat sejak Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online Kota Makassar dibuka. Pendaftaran itu dimulai sejak 13-18 Juli 2020 melalui website ppdb.makassar.go.id.

Masalah yang timbul salah satunya yakni server aplikasi yang down. Menurutnya, server yang difasilitasi Diskominfo Makassar ini memiliki kemampuan yang terbatas. Sementara, pada hari pertama dan kedua pendaftaran, seluruh calon siswa mengakses aplikasi tersebut.

“Ada isu yang ditangkap para orang tua, siapa yang duluan, dia yang lulus. Padahal tidak seperti itu. Jadi hari pertama dan kedua server sempat down,” kata Amelia saat wawancara, Jumat (17/7/2020).

Amelia menambahkan, PPDB bisa diakses selama 24 jam. Jika gagal, calon siswa bisa mengakses ulang dengan memberikan jarak beberapa jam dari pendafataran yang gagal.

“Karena kalau dia gagal akses dan langsung berulang, dia lebih susah masuk. Biarkan dulu tenang. Kalau pagi gagal, coba malam nya,” jelasnya.

Sementara terkait penentuan titik koordinat PPDB jalur zonasi biasanya tidak ditemukan, hal ini disebabkan karena Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bermasalah. Jika hal itu ditemukan, Amelia Malik meminta orang tua segera menghubungi posko pengaduan sekolah atau mendatangi langsung sekolah tersebut.

“Kalau data Dapodik tidak lengkap, alamatnya berbeda dengan KK-nya, dia pasti ‘blank’,” pungkasnya.

Amelia Malik juga menyinggug soal isu permainan surat keterangan (suket) dari lurah yang bisa dijadikan sarana dalam memilih sekolah sesuai keinginan calon siswa. Menurutnya, suket itu hanya diperuntukkan bagi siswa terkena bencana.

“Kita tidak segampang itu menerima suket dari kelurahan. Menggunakan suket itu karena ada alasan tertentu. Contoh kebakaran atau banjir yang menyebabkan kerusakan KK. Sehingga mereka belum sempat mengurus di capil. Ini boleh menggunakam suket,” katanya.

Namun pengecualian berlaku bagi calon siswa yang tidak meliki KK, namun sudah tinggal di wilayah tersebut selama satu tahun lebih.

“Tapi kita tidak terima begitu saja. Kita akan verifikasi. Kita cari tahu alasan selama satu tahun kenapa tidak urus KK. Dan itu prosesnya memakan waktu,” ujarnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk sabar mengikuti proses PPDB. Mengingat, setelah proses verifikasi berkas selesai, skornya tidak langsung muncul kalau belum disetuji operator. Ia menjamin, selama orang tua mengikuti aturan, seluruh calon siswa Kota Makasaar mendapatkan tempat untuk sekolah. Hal ini sesuai arahan Penjabat (Pj) Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

“Saat sudah terdaftar, titik koordinatnya sudah didapatkan. Silahkan tenang ikuti perkembangannya. Kalau memang skor masih nol, nanti operator melakukan perbaikan. Skornya itu bisa kita lihat realtime per 30 menit. Jadi kalau ada yang mendaftar lagi, siapa paling dekat dengan sekolah itu tentu dia paling atas dan skornya paling tinggi,” pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan orang tua calon siswa menggelar unjukrasa di depan kantor Disdik Makassar. Mereka protes lantaran pelayanan Disdik Makassar dianggap rumit.

“Dari tanggal 30 hingga saat sekarang ini tidak ada perbaikan -perbaikan yang dilkukan (Disdik). Justru hanya membuat kesalahan dari kesalahan,” ucap salah seorang calon orang tua siswa PPDB dari balik pagar kantor Disdik.

Selain itu, orang tua calon siswa lain yang enggan disebutkan namaya juga mengeluhkan lantaran titik koordinat dalam WEB tempat mendaftar tidak kunjung ditemukan alias mesin pencari titik lokasi tidak bekerja.

“Pada saat web dibuka, selalu tidak ditemukan titik koordinatnya. Baru saya ini kodong tidak terlalu mengertika itu internet,” katanya.

“Empat harima ini kodong pulang bale dari Racing Centre (ke Disdik) naik bentor. Habismi biayaku, nda adaji juga solusi nakasiki Disdik. Jadi ini anakku kodong kemungkinan saya akan carikan saja sekolah swasta murah saja,” keluhnya.

(Isak Pasa’buan)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending

Copyright © 2015 makassartoday.com. All Right Reserved.