Connect with us
alterntif text

Sulsel

Giliran Mahasiswa UMI Makassar Turun ke Jalan: Waspadai “Orba Jilid II”

Published

on

By

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Gelombang aksi mahasiswa menolak wacana presiden 3 periode dan penundaan Pemilu 2024 di Kota Makassar, Sulsel terus bergluir, Jumat (8/4/2022).

Kali ini ratusan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dari berbagai elemen menggelar aksi di depan kampus mereka, Jalan Urip Sumoharjo.

Mahasiswa memblokir separuh ruas jalan dengan membakar ban bekas serta membentangkan spanduk bertulis pesan protes kepada rezim pemerintah Jokowi-Ma’ruf.

Aksi mereka juga memperingatkan seluruh elemen bangsa agar mewaspadai “Orde Baru Jilid II”. Istilah bagi rezim pemerintah yang mereka nilai otriter mengancam keberlangsungan demokrasi.

“Di era reformasi ini masih sangat berbekas bagaimana kejamnya rezim Orde Baru (rezim Soeharto) yang berkuasa saat itu. Kondisi saat perpanjangan masa jabatan dengan dalih pemulihan ekonomi. Tidak tanggung-tanggung wacana tersebut bahkan didukung oleh banyak partai koalisi penguasa saat ini. Maka dari itu patut kita waspadai bersama Orde Baru Jilid II,” kata Uhya, selaku Jendral Lapangan Aksi Mahasiswa UMI Makassar.

Menyikapi kebijakan pemerintah saat ini, dia menyebut Indonesia dikangkangi oligarki. Di tengah banyaknya polemik yang terjadi dan dirasakan langsung oleh berbagai lapisan rakyat, keadaan yang terbangun bukannya mensejahterakan malah semakin menenggelamkan rakyat kejurang kesengsaraan.

“Dari berbagai macam situasi yang timpang seharusnya pemerintah fukus mencari jalan keluar sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi, melindungi, dan menghormati hak asasi manusia. Tapi nyatanya pemerintah lebih memprioritaskan pemindahan ibukota negara (IKN) yang dalam prosesnya minim kajian ekonomi dan lingkungan, minim partisipasi publik hingga dugaan adanya bagi-bagi lahan kavling. Proyek yang tergabung dalam proyek yang tergabung dalam proyek strategi nasional menjadi fokus utama dalam era kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf meskipun dengan berbagai macam polemik, proyek IKN tetap saja dilancarkan pemerintah yang bahkan dapat menelan anggaran hingga Rp500 triliun,” tegasnya.

Dalam aksi ini, Mahasiswa UMI Makassar menyampaikan 7 poin pernyataan sikap:

1. Menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan periode masa jabatan presiden

2. Sahkan RUU TPKS

3. Turunkan harga BBM

4. Hentikan perampasan lahan

5. Hentikan monopoli minyak goreng

6. Hentikan representatif aparat

7. Tuntas pelanggaran HAM masa lalu

8. Hentikan kenaikan PPN 11 persen

Usai menyuarakan aspirasi, mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib jelang buka puasa.

Mereka mengaku akan kembali turun ke jalan dalam aksi gerakan bersama (gerakan lebih besar) pada 11 April 2022 nanti.

Aksi Mahasiswa UMI Makassar berlangsung beberapa jam dan memicu kemacetan panjang di ruas Jalan Uirp Sumoharjo.

Arus kendaraan dari arah Flyover mengarah ke kantor Gubernur Sulsel terpaksa beralih mencari jalur alternatif.

Editor: Hajji Taruna

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending

Copyright © 2015 makassartoday.com. All Right Reserved.