Connect with us
alterntif text

Sulsel

2 Organda “Musuh Bubuyutan” Solid di Aksi Tolak Jokowi 3 Periode

Published

on

By

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Dua organisasi mahasiswa daerah (Organda), yakni Kesatuan Pelajar Mahasiswa (KEPMI) Bone dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) terlihat kompak saat menggelar aksi bersama Aliansi Organda se-Sulsel di depan kantor DPRD Provinsi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (14/4/2022).

Dua organda ini sebelumnya dikenal sering terlibat insiden baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Bukan rahasia umum jika perseteruan panjang dua organda tersebut selalu dilatarbelakangi perosalan etnis.

Baca Juga :  Aliansi Organda se-Sulsel Satu Gerakan: Desak Jokowi Copot 3 Menteri

Namun, kali ini dua organda yang dikenal sebagai “musuh bubuyutan” itu, datang dalam satu pergerakan, menyikapi berbagai persoalan bangsa.

Bersama puluhan organda lainnya, KEPMI dan IPMIL saling bergandeng tangan memperjuangkan suara rakyat yang terdampak atas sejumlah kebijakan rezim Jokowi-Ma’ruf.

Kedua organda ini juga menjadikan aksi sebagi momentum untuk mendeklarasikan “Grakan Solidaritas Bersama” sebagai upaya memperbaiki hubungan yang pernah memanas.

“Ini menjadi momentum kami bersama untuk menjaga solidaritas dalam menyikapi berbagai hal. Tidak hanya isu nasional, tapi kami harap solidaritas organda hadir menyikapi isu di daerah masing-masing,” ucap Alvian, Ketua KEPMI Bone didampingi Ketua IPMIL, Arman usai aksi di kantor DPRD Sulsel.

Alvian tak menampik, bahwa organda selama ini dikenal sering melakukan aksi anarkisme yang dilatarbelakangi persoalan etnis.

“Sebelumnya oranda itu dikenal dengan aksi anarkisnya, terlibat konflik antar etnis. Maka di momentum ini kami deklarasikan. Karena silaturahmi sudah berjalan kami harap tidak ada lagi konflik-konflik antar etnis dan sebagainya,” harapnya.

Baca Juga : Tokoh Luwu dan Bone Bertemu Bahas Insiden Asrama Mahasiswa di Makassar

Diketahui, Aliansi Organda se-Sulsel menggelar aksi lanjutan 11 April 2022 yang sebelumnya membawa grand isu penolakan wacana perpanjagan masa Presiden 3 periode dan penundaan Pemilu 2024.

Namun di aksi kali ini, Aliansi Organda Sulsel lebih fokus pada seputar kebijakan pemerinta yang dianggap membebani masyarakat kecil, diantaranya kenaikan harga BBM dan bahan pokok.

Mereka juga mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot tiga menteri yang mereka nilai tidak berkerja baik. Ketiga menteri yang dimaksud adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Sementara untuk isu daerah, Aliansi Oranda se-Sulsel meminta Gubernur Sulsel agar memperhatikan kondisi pendidikan di Sulsel, melalui bantuan beasiswa.

Gubrnur Sulsel juga diminta intens menjalin silaturahmi dengan Organda se-Sulsel, untuk menghindari konflik antar organda, serta memperhatikan aspirasi masyarakat adat melalui RUU Masyarakat Adat.

Editor: Hajji Taruna

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending

Copyright © 2015 makassartoday.com. All Right Reserved.