Makassartoday.com, Gowa – Warga Perumahan Grand Indonesia (GI) di Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, menyampaikan kekecewaan mereka karena pihak developer tidak hadir dalam rapat mediasi yang difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Somba Opu.
Mediasi ini sebelumnya dijadwalkan pada Jumat (29/8/2025) pukul 10.00 WITA di Aula Kantor Camat, sebagaimana tercantum dalam surat undangan resmi yang ditandatangani Camat Somba Opu.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dikeluhkan warga GI.
Namun, absennya pihak developer membuat warga merasa kecewa dan menilai hal ini sebagai bentuk ketidakseriusan dalam menyelesaikan masalah.
Salah seorang perwakilan warga mengungkapkan bahwa mediasi yang difasilitasi pemerintah kecamatan seharusnya menjadi momentum penting untuk mencari solusi.
Ia menyoroti persoalan serius yang dialami warga, yakni kualitas air sumur bor di Perumahan GI yang tidak layak pakai, karena berbau dan keruh. Selain itu, kondisi drainase yang buntu juga sangat memengaruhi kesehatan dan kenyamanan warga.
Warga juga mengeluhkan kualitas bangunan yang tidak sesuai standar rumah komersil. Banyak rumah yang baru ditempati sudah mengalami kebocoran dan ditemukan dinding rumah yang retak, sehingga menambah beban penghuni untuk melakukan perbaikan.
“Sudah dua kali kami mendatangi pimpinan developer Grand Indonesia dan menyerahkan surat komplain terbuka atas nama warga, tapi tidak pernah ditindaklanjuti. Bahkan kegiatan tadi bersama warga untuk mediasi bersama developer belum ada titik terang,” ujarnya.
Pernyataan senada juga datang dari warga lainnya yang merasa kecewa karena tak kunjung ada kejelasan.
“Belum ada hasil karena pihak developernya tidak datang lagi. Jadi ya kita disuruh menunggu, entah sampai kapan. Pihak developer tidak ada itikad baik untuk bertemu membicarakan keluhan warga yang ada di Perumahan Grand Indonesia,” ungkap seorang warga.
Warga lain menambahkan rasa kekecewaannya karena merasa sudah mengorbankan waktu tanpa hasil.
“Sangat-sangat kecewa. Karena kita ini datang meninggalkan anak, semua pekerjaan. Tapi ternyata kesini tidak dapat apa-apa. Kecewa sekali,” tegas warga lainnya.
Lebih lanjut, warga menuntut agar developer lebih bertanggung jawab atas fasilitas, kualitas bangunan, dan keamanan lingkungan yang menjadi hak penghuni, terutama masalah air yang merupakan kebutuhan vital sehari-hari.
“Meski demikian, warga tetap berharap semua janji dapat direalisasikan sepenuhnya, bukan sekadar janji tanpa kepastian. Kami ingin melihat hasil nyata, bukan sekadar ucapan. Kami akan terus mengawal hingga semua hak kami dipenuhi,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Camat Somba Opu, Zulfikar, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan telah menampung seluruh aspirasi warga Perumahan Grand Indonesia untuk kemudian diteruskan kepada pihak developer dan dinas terkait.
“Jadi hari ini, telah dilakukan pertemuan mediasi antara warga Perumahan Grand Indonesia dengan pihak developer. Namun karena sampai saat ini belum ada dari pihak developer yang hadir, maka kami dari pemerintah kecamatan untuk sementara menampung seluruh aspirasi masyarakat GI,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sesuai petunjuk pimpinan, semua yang disampaikan warga dalam pertemuan tersebut akan dituangkan dalam berita acara.
“Insya Allah, berita acara ini akan kita sodorkan kepada beberapa dinas terkait sebagai persyaratan kepada pihak developer untuk melanjutkan pengembangannya. Semoga pertemuan ini membuahkan hasil dan apa yang menjadi keresahan masyarakat GI dapat didengarkan serta disikapi oleh pihak pengembang,” tutur Zulfikar.
(**)