Khusus di Jemaat Immanuel, Appi menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memastikan keamanan perayaan Natal.
Tetapi juga menjadi momentum untuk membicarakan rencana perbaikan dan revitalisasi gereja sebagai bagian dari warisan sejarah Kota Makassar.
“Di momen yang berbahagia ini, kami berkunjung dan berdiskusi bersama pendeta serta pengurus gereja untuk membicarakan bagaimana proses-proses perbaikan yang akan kita laksanakan di gereja ini kedepannya,” ungkap Munafri.
Mantan Bos PSM itu menuturkan, bahwa Gereja Immanuel memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan statusnya setara dengan situs cagar budaya lainnya di Makassar, seperti Fort Rotterdam, yang keasliannya wajib dijaga dan dilestarikan.
“Gereja ini sama halnya dengan Fort Rotterdam, sama-sama merupakan cagar budaya yang harus kita pertahankan bentuk dan keasliannya. Ini adalah warisan yang tidak akan bisa kita dapatkan kembali jika tidak kita jaga dengan baik,” jelasnya.
Munafri menambahkan, pemerintah Kota memiliki tanggungjawab, menjaga dan merawat bangunan bersejarah sekaligus rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama demi memastikan nilai historisnya tetap terpelihara.
“Tentu ini menjadi bagian penting dari sejarah Kota Makassar yang harus terus kita rawat,” tuturnya.
Ia menyebutkan, melalui proses revitalisasi yang akan direncanakan bersama para ngurus jemaat, gereja tersebut tidak hanya semakin nyaman digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi daya tarik sejarah yang dapat dikunjungi masyarakat luas.
Oleh sebab itu, Ketua Golkar. Makassar ini berharap, dengan adanya perbaikan dan revitalisasi gereja ini, akan semakin banyak orang yang datang melihat bahwa perhatian pemerintah terhadap rumah ibadah dimaksimalkan.
“Tujuannya agar nilai toleransi masyarakat di Kota Makassar bersama seluruh umat beragama bisa semakin baik ke depan,” harapnya.
Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa pembangunan Kota Makassar harus dilakukan secara bersama-sama dalam bingkai keberagaman dan kebersamaan.

