Munafri juga memberikan perhatian khusus terhadap judul orasi ilmiah yang disampaikan Prof Dr Muliani, yakni” Etika Publik dan Akuntabilitas Negara dalam Membangun Integritas Tata Kelola Keuangan Publik di Indonesia”.
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi tata kelola pemerintahan saat ini. Dimana, etika publik merupakan landasan moral yang mengarahkan perilaku aparatur negara agar selalu berpijak pada kepentingan rakyat.
Sementara, akuntabilitas negara adalah kewajiban pemerintah untuk mempertanggungjawabkan setiap kebijakan, program, dan penggunaan anggaran kepada masyarakat.
“Sehingga, integritas tata kelola keuangan publik adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan rakyat terhadap pemerintah,” jelas Munafri, dalam sambutanya.
Sebagai Wali Kota, Munafri mengaku merasakan secara langsung bahwa kepercayaan masyarakat hanya dapat tumbuh apabila pengelolaan keuangan publik dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai moral.
Dia menyebutkan, seorang guru besar bukan hanya seorang ilmuwan, tetapi juga penjaga moral bangsa. Pemikiran akademik harus mampu menembus batas ruang kelas dan laboratorium, masuk ke ranah kebijakan publik, serta memberi arah bagi pembangunan.
Ia berharap gagasan dan pemikiran Prof Dr Muliani dapat menjadi rujukan strategis bagi para pemimpin daerah, birokrat, dan akademisi dalam memperkuat integritas serta tata kelola publik.
“Dapat mewujudkan pemerintahan yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga beretika, berintegritas, dan berpihak pada rakyat,” tambahnya.

