Dia menjelaskan, dari ratusan proyek yang dinilai secara global, hanya lima yang terpilih untuk masuk tahap akhir. Tim WRI pun melakukan kunjungan langsung ke masing-masing lokasi dengan membawa kru film profesional untuk memproduksi film pendek tentang setiap proyek.
“Film pendek wawancara program ini, kami tayangkan pada acara khusus di New York pada bulan April mendatang. Setelah seluruh film diputar, pemenang WRI Ross Center Prize for Cities akan diumumkan,” jelasnya.
Menurut Diego, Makassar memiliki peran yang sangat strategis dalam proses ini, tim WRI sudah mengunjungi sejumlah komunitas penerima manfaat program RISE, seperti Untia dan Bone Lengga, untuk berdialog langsung dengan warga serta mendokumentasikan dampak nyata program tersebut.
“Kami berharap Makassar bisa menang. Namun, terpilih sebagai satu dari lima proyek terbaik dunia saja sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap RISE sangat berarti bagi kami,” tambahnya, belum lama ini.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pengakuan internasional yang diraih Kota Makassar melalui program RISE.
Appi menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya milik penyelenggara program, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Makassar.
Ia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Makassar, telah memberikan dukungan yang dibutuhkan selama proses produksi film maupun pengembangan program RISE ke depan.
“Kami siap mendukung sepenuhnya. Proyek ini sangat baik dan bisa menjadi latihan penting bagi kami untuk diterapkan di wilayah lain di Makassar,” tegasnya.
Lebih jauh, Wali Kota menyebut Makassar berpotensi menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengembangkan kawasan permukiman yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
“Makassar bisa menunjukkan jalan bagi kota-kota lain di Indonesia. Posisi ini sangat baik, dan kami bangga WRI menampilkan Makassar sebagai salah satu dari lima kota di panggung dunia,” tutupnya.
(**)
