Sedangkan, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Makassar, Andi Zulfitra Dianta, mengungkapkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri menilai posisi strategis Kota Makassar sangat potensial untuk berkembang sebagai pusat bisnis dan pariwisata internasional, terutama di kawasan Indonesia timur.
“Wamenlu melihat Makassar memiliki letak geografis yang sangat strategis, baik sebagai gerbang kawasan timur Indonesia maupun sebagai simpul pertumbuhan ekonomi dan pariwisata internasional,” ujar Andi Zulfitra mengutip hasil pertemuan.
Lebih lanjut dijelaskan, Kementerian Luar Negeri saat ini tengah menginisiasi pengembangan kawasan ekonomi dan wisata di wilayah timur Indonesia sebagai alternatif destinasi selain Bali.
Dalam skema tersebut, Kota Makassar, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi wilayah prioritas yang akan dipromosikan secara intensif ke pasar global.
“Fokus Kemenlu pengembangan ini diarahkan untuk menjangkau pasar negara-negara Timur Tengah yang dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi investasi maupun kunjungan wisata,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Wakil Menteri Luar Negeri berinisiatif mengundang para duta besar negara-negara Timur Tengah yang bertugas di Indonesia untuk melakukan kunjungan langsung ke Makassar.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama konkret di bidang pariwisata, investasi, dan pengembangan kawasan ekonomi.
Tak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan Wamenlu terhadap potensi wisata Kota Makassar, khususnya kawasan Pantai Losari dan sekitarnya.
Kawasan ikon tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena menyimpan nilai sejarah, budaya, serta keunikan lanskap pesisir yang berpotensi besar menarik minat wisatawan mancanegara.
“Di Makassar, Pantai Losari dan kawasan sekitarnya memiliki cerita dan karakter yang kuat. Ini menjadi nilai tambah yang sangat menarik bagi wisatawan internasional, khususnya dari Timur Tengah,” tambahnya.
