Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Parkir Makassar Raya tengah melakukan uji coba sistem parkir digital di sepanjang ruas Jalan Sulawesi. Berlangsung dari tanggal 2 hingga 18 Februari 2026, inovasi ini mendapat sambutan hangat dari kalangan muda atau Gen-Z yang merasa sistem ini jauh lebih aman dan transparan.
Penerapan parkir digital ini bertujuan untuk memodernisasi layanan publik sekaligus memastikan retribusi parkir masuk langsung ke pendapatan daerah. Dalam sebuah wawancara singkat, seorang pengguna jalan dari kalangan Gen-Z mengungkapkan rasa nyamannya menggunakan sistem baru ini.
“Kalau saya pribadi dari pengguna motor, ini sangat membantu dari sisi kenyamanan. Mungkin pertanyaan besar masyarakat selama ini adalah apakah uang parkir kita masuk ke pendapatan daerah atau tidak? Dengan adanya hal ini, kita merasa lebih aman dan yakin menggunakan lahan parkir di pinggir jalan karena lebih transparan,” ujarnya dengan antusias.
Tak hanya soal transparansi, sistem ini juga menawarkan daya tarik tersendiri berupa program apresiasi bagi pengguna yang patuh.
“Di sini sudah jelas, ada undian hadiah setiap dua minggu sekali. Kami merasa seperti mendapat reward atas kepatuhan kami membayar parkir. Ada apresiasi langsung dari pemerintah,” tambahnya sambil menunjukkan struk parkir digitalnya.
Dukungan penuh juga mengalir untuk keberlanjutan program ini. Para pengguna berharap sistem digitalisasi parkir dapat diperluas ke titik-titik lain di Kota Makassar untuk menciptakan ketertiban dan optimalisasi pendapatan daerah yang lebih baik.
Transformasi Parkir Digital di Ruas Jalan Sulawesi
Sistem parkir digital yang diterapkan oleh Perumda Parkir Makassar Raya bukan sekadar perubahan cara bayar, melainkan sebuah strategi “Smart City” untuk membenahi tata kelola parkir on-street yang selama ini menjadi tantangan klasik di kota besar. Berikut adalah beberapa poin utama ulasannya:
Transparansi & Akuntabilitas (Solusi Anti-Bocor)
Masalah utama parkir konvensional adalah sulitnya melacak alur uang tunai (cash on hand). Dengan sistem digital:
- Setiap transaksi tercatat secara otomatis di cloud server secara real-time.
- Menghilangkan celah pungutan liar (pungli) karena tarif yang dikenakan sesuai dengan sistem yang sudah terkunci di perangkat jukir.
- Dampaknya: Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir bisa meningkat drastis karena kebocoran ditekan hingga level minimal.
Profesionalisme Juru Parkir (Jukir)
- Melalui uji coba ini, jukir tidak lagi bekerja secara manual. Mereka dibekali alat Hand Held dan Printer Wireless serta pelatihan khusus (Bimtek).
- Jukir kini berperan sebagai petugas layanan publik yang lebih profesional dan memiliki identitas jelas (rompi dan ID resmi).
- Sistem pembagian hasil antara jukir dan pemerintah menjadi lebih adil dan terukur.
Gamifikasi & Insentif bagi Warga
- Salah satu poin paling menarik adalah adanya undian berhadiah (seperti smartphone atau barang elektronik) bagi warga yang meminta struk pembayaran.
Ini adalah strategi cerdas untuk memaksa sistem berjalan; masyarakat jadi “pengawas” secara sukarela karena mereka butuh struk untuk ikut undian.
Langkah ini berhasil mengubah perilaku masyarakat dari yang acuh menjadi sadar akan pentingnya bukti pembayaran sah.
Uji coba di Jalan Sulawesi (2-18 Februari 2026) merupakan pilot project krusial. Jika berhasil, sistem ini akan menjadi standar baru bagi seluruh titik parkir di Makassar. Bagi pengguna jalan, ini berarti kenyamanan dan kepastian; bagi pemerintah, ini berarti optimalisasi pendapatan yang lebih sehat.
(ADV)

