By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Imlek di Kota Daeng: Merayakan Panen Raya dengan Filosofi Keberuntungan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Metro > Imlek di Kota Daeng: Merayakan Panen Raya dengan Filosofi Keberuntungan
Metro

Imlek di Kota Daeng: Merayakan Panen Raya dengan Filosofi Keberuntungan

admin
admin
Share
3 Min Read
Ilustrasi Imlek./Foto: Gemini Generated Image
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kawasan Pecinan di Kota Makassar, khususnya di sekitar Jalan Sulawesi dan Pasar Bacan, mulai bersolek. Aroma hio yang khas berpadu dengan wangi manis legit dari berbagai penganan tradisional yang mulai membanjiri lapak pedagang. Namun, di balik kemeriahan visual tersebut, Imlek di Makassar menyimpan kedalaman makna yang jauh melampaui sekadar perayaan penanggalan.

Lebih dari Ritual: Perayaan Musim Semi dan Etika

Budayawan Tionghoa Sulawesi Selatan sekaligus pencetus Jappa Jokka Cap Go Meh, Moehammad David Aritanto, menjelaskan bahwa pada dasarnya Imlek bukanlah perayaan ritual agama semata. Sejarah mencatat Imlek sebagai perayaan syukur atas panen raya yang melimpah di musim semi pada zaman Tiongkok kuno.

“Imlek adalah bahasa suku Hokkian, bukan Mandarin. Istilah ini populer di Indonesia karena mayoritas perantau berasal dari suku Hokkian,” ungkapnya.

Periklanan
Ad imageAd image

David menambahkan bahwa bagi pengikut Khong Hu Cu, momen ini menjadi ritual syukuran untuk menghormati ajaran tentang kearifan lokal, bakti kepada orang tua, dan keharmonisan bermasyarakat.

Simbolisme di Atas Meja Makan

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa di Makassar, doa dan harapan diwujudkan melalui sajian kuliner yang sarat akan pesan simbolis:

Kuliner dan Makna Filosofis

  • Kue Keranjang (Nian Gao)
    Terbuat dari ketan (simbol perekat persaudaraan) dan gula (harapan hidup manis). Bentuk bulatnya melambangkan keutuhan rumah tangga.
  • Mie Panjang Umur (Siu Mie)
    Disajikan tanpa dipotong sebagai simbol harapan umur panjang yang tidak terputus.
  • Ikan Bandeng Utuh
    Dalam bahasa Mandarin, ikan (Yu) terdengar seperti kata “surplus”. Menyajikan ikan utuh melambangkan awal dan akhir tahun yang baik.
  • Jeruk Mandarin
    Warna oranye cerah identik dengan emas, melambangkan kekayaan dan keberuntungan (Ji).
  • Lapis Legit
    Simbol rezeki dan hoki yang datang berlapis-lapis di tahun yang baru.

Akulturasi dan Refleksi Budaya

Kehadiran ikan bandeng jumbo dari Pasar Paotere sebagai hidangan utama menunjukkan akulturasi yang indah antara tradisi Tionghoa dengan kekayaan lokal Makassar. Makanan bukan sekadar nutrisi, melainkan medium komunikasi spiritual dan sosial.

Melalui deretan hidangan ini, warga Tionghoa di Makassar merawat warisan leluhur sembari menyisipkan doa-doa baik untuk keluarga dan kota tercinta. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa di balik lezatnya kuliner, tersimpan rasa syukur dan harapan yang tak pernah putus.

Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakan! Gong Xi Fa Cai.

You Might Also Like

Lautan Jemaah Padati Karebosi, Munafri-Aliyah Ajak Warga Perkuat Persatuan di Hari Kemenangan

Hadirkan Imam Asal Yaman, Ini Detail Pelaksanaan Salat Id Pemkot Makassar di Karebosi

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Ikuti Edaran Mendagri, Appi Open House di Balaikota Hanya Hari Pertama Idulfitri

Hilal Belum Penuhi Syarat, Lebaran 2026 Berpotensi Jatuh pada Sabtu 21 Maret

TAGGED: Festival Cap Go Meh, focus, Perayaan Imlek, Tahun Baru Imlek
admin Februari 6, 2026 Februari 6, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Lampu Hijau Pusat: Menko Pangan Restui PSEL di TPA Antang, Pemkot Makassar Siap Re-Tender
Next Article Prakiraan Cuaca Sulsel Sabtu 7 Februari 2026: Waspada Angin Kencang di Pesisir Barat dan Selatan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Bukan Mukena, Lucinta Luna Tampil Maskulin Pakai Peci dan Baju Koko Saat Salat Id
Selebriti Maret 22, 2026
Intip Pertemuan Empat Mata Appi-Danny di Momen Idulfitri 1447 H
Politik Maret 21, 2026
Lautan Jemaah Padati Karebosi, Munafri-Aliyah Ajak Warga Perkuat Persatuan di Hari Kemenangan
Metro Maret 21, 2026
Hadirkan Imam Asal Yaman, Ini Detail Pelaksanaan Salat Id Pemkot Makassar di Karebosi
Metro Maret 20, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?