Makassartoday.com, Makassar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar demonstrasi dan workshop budidaya maggot di Taman Baca Maruki, Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, Rabu (21/1/2026), lalu.
Kegiatan ini merupakan program kerja strategis untuk memberikan edukasi sekaligus praktik langsung kepada masyarakat dalam mengelola sampah organik menggunakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF).
Dalam demonstrasi tersebut, Raehan Ramadhan Hamzah, mahasiswa KKN dari Fakultas MIPA Unhas, membedah secara mendalam siklus hidup maggot BSF. Sambil memperlihatkan wadah budidaya, ia menjelaskan tahapan mulai dari fase telur, larva, prepupa, pupa, hingga menjadi lalat dewasa.
“Budidaya ini dimulai dari telur BSF yang menetas menjadi larva. Larva inilah yang bertugas sebagai pengurai sampah organik. Jika dikelola dengan benar, siklus ini akan berkelanjutan dan sangat efektif mengurangi volume sampah rumah tangga,” jelas Raehan di hadapan warga.
Suasana berlangsung interaktif. Saat demonstrasi sedang berjalan, warga yang antusias langsung mengajukan berbagai pertanyaan teknis, seperti cara pemberian pakan, proses pemanenan pupuk, hingga tips agar media budidaya tidak menimbulkan bau.
Menanggapi hal tersebut, Raehan menjelaskan secara praktis bahwa pakan maggot dapat memanfaatkan sisa sayur dan buah rumah tangga. Adapun bau dapat diminimalkan dengan menjaga takaran pakan dan memastikan kondisi media tetap kering.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran perangkat Kelurahan Kapasa Raya, para Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang sangat antusias.
Kehadiran budidaya maggot BSF ini disambut baik karena dianggap sebagai solusi praktis atas permasalahan sampah rumah tangga yang sering menumpuk di area pemukiman. Warga menilai metode ini lebih efisien karena maggot mampu mengurai limbah dapur dengan cepat tanpa memerlukan lahan yang luas.
Melalui workshop ini, masyarakat diharapkan mampu menguasai teknik pengelolaan sampah organik secara mandiri dan ramah lingkungan. Mahasiswa KKN 115 Unhas berharap langkah ini menjadi titik awal penerapan budidaya maggot yang berkelanjutan di Kelurahan Kapasa Raya.
Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, program ini menjadi aksi nyata warga dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak.
(**)
Foto bersama mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 115 bersama masyarakat di Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, Makassar./Foto:dok

