By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Darurat Sampah Kanal, Potret Kumuh di Pasar Terong Jadi Bukti Gagalnya Edukasi Lingkungan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Scroll Untuk Melihat Konten
Ad imageAd image
Makassar Today > Blog > Metro > Darurat Sampah Kanal, Potret Kumuh di Pasar Terong Jadi Bukti Gagalnya Edukasi Lingkungan
Metro

Darurat Sampah Kanal, Potret Kumuh di Pasar Terong Jadi Bukti Gagalnya Edukasi Lingkungan

admin
admin
Share
2 Min Read
Kondisi kanal di Pasar Pasar Terong dipenuhi sampah plastik, Sabtu (14/2/2026)./Foto: YS
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Kondisi kanal-kanal di Kota Makassar kini berada pada titik yang sangat memprihatinkan. Aliran air yang seharusnya berfungsi sebagai pengendali banjir, kini berubah fungsi menjadi “tempat sampah raksasa” yang dipenuhi limbah rumah tangga hingga sisa aktivitas ekonomi.

Salah satu titik terparah terpantau di Kanal Pasar Terong. Berdasarkan pantauan, tumpukan plastik, kemasan makanan, hingga limbah organik menumpuk padat, membuat air nyaris tak mengalir dan menimbulkan aroma busuk yang menyengat.

Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH), Yusran, menegaskan bahwa pemandangan kumuh ini merupakan bukti nyata bahwa edukasi lingkungan di Makassar belum berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa edukasi lingkungan hidup belum berjalan efektif, baik di tingkat masyarakat maupun pemangku kepentingan. Setiap hari kanal berubah menjadi tempat pembuangan sampah terbuka,” ujar Yusran kepada media, Sabtu (14/2/2026).

Periklanan
Ad imageAd image

Menurutnya, persoalan di Kanal Pasar Terong jauh lebih kompleks karena tingginya aktivitas pasar yang tidak dibarengi dengan manajemen sampah yang mumpuni. Akibatnya, kanal tersumbat total dan menjadi ancaman serius saat musim hujan tiba.

FKH menyoroti bahwa masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat semata. Ada tiga faktor utama yang menyebabkan kanal di Makassar tetap kotor, pertama Manajemen Sampah Pasar yang Buruk (Limbah pedagang langsung bermuara ke kanal tanpa penyaringan). Kedua Kegagalan Edukasi (Kampanye lingkungan dinilai hanya bersifat seremonial, bukan berkelanjutan) serta Lemahnya Penegakan Aturan (Minimnya pengawasan dan sanksi bagi pembuang sampah di aliran air).

“Masalah ini bukan hanya soal perilaku warga, tetapi kegagalan sistemik. Tanpa langkah serius, kanal-kanal di Makassar hanya akan menjadi jalur distribusi sampah menuju laut,” tegas Yusran.

Limbah dari kanal-kanal ini tidak berhenti di pemukiman warga. Saat hujan turun, arus akan membawa seluruh sampah plastik menuju pesisir Makassar, mengancam biota laut dan kesehatan manusia yang mengonsumsi hasil laut.

Forum Komunitas Hijau mendesak Pemerintah Kota Makassar untuk segera melakukan tindakan terpadu, mulai dari perbaikan fasilitas pengelolaan sampah di titik-titik pasar hingga kolaborasi nyata antar-sektor.

“Ini bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi tentang masa depan kota dan keberlanjutan lingkungan yang kita warisi,” pungkasnya. 

(**)

- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Link Video ‘Teh Pucuk’ Diburu Netizen, Waspada Jebakan Bikin Data Pribadi Jebol!

Mudahkan Konektivitas, Dinas Perhubungan Sulsel Rilis Rute Resmi Trans Sulsel di Tiga Koridor Utama

City to City Makassar–Maniwa Diluncurkan, Implementasi Model Biomassa Sirkular

Pesan Munafri stri Camat: Jangan Tambah Beban di Rumah, Dukung Suami Capai Target Kinerja

Parkiran Anjungan Losari Resmi Dikelola Perumda Parkir, Tarif Flat dan Bebas Jukir Liar

TAGGED: Darurat Sampah, DLH Makassar, focus
admin Februari 14, 2026 Februari 14, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Andini dan Dufri Masihor: Dua Petinju Terbaik Makassar Siap Guncang Ring Asia
Next Article Mudahkan Konektivitas, Dinas Perhubungan Sulsel Rilis Rute Resmi Trans Sulsel di Tiga Koridor Utama
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Link Video ‘Teh Pucuk’ Diburu Netizen, Waspada Jebakan Bikin Data Pribadi Jebol!
Viral Februari 14, 2026
Mudahkan Konektivitas, Dinas Perhubungan Sulsel Rilis Rute Resmi Trans Sulsel di Tiga Koridor Utama
Sulsel Februari 14, 2026
Andini dan Dufri Masihor: Dua Petinju Terbaik Makassar Siap Guncang Ring Asia
Sport Februari 14, 2026
City to City Makassar–Maniwa Diluncurkan, Implementasi Model Biomassa Sirkular
Metro Februari 14, 2026
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?