Makassartoday.com, Makassar – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Hery (43), seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh di perairan Makassar, tepatnya di sekitar New Port Pelindo, Kecamatan Tallo, Makassar.
Keputusan penutupan operasi ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama tujuh hari berturut-turut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Hingga Sabtu (14/2/2026), keberadaan korban masih belum ditemukan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa seluruh metode pencarian telah dikerahkan secara maksimal.
“Seluruh area yang menjadi sektor pencarian telah disisir secara optimal menggunakan perahu karet, RIB, RBB, hingga RB 212. Kami juga melakukan pemantauan visual serta koordinasi intensif dengan masyarakat setempat,” ujar Sultan dalam keterangan resminya.
Penutupan operasi ini ditandai dengan pelaksanaan debriefing akhir serta penandatanganan berita acara penghentian operasi oleh pihak keluarga korban bersama unsur SAR terkait. Langkah ini menandakan pihak keluarga telah menerima hasil pencarian yang dilakukan tim gabungan.
“Dengan telah dilakukannya penandatanganan berita acara bersama keluarga, maka operasi SAR secara resmi kami tutup,” tambahnya.
Meski secara administratif operasi telah berakhir, Basarnas Makassar tetap membuka diri terhadap informasi baru. Sultan mengimbau kepada para nelayan dan masyarakat pesisir yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Andi Sultan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI/Polri, potensi SAR, hingga warga lokal.
“Terima kasih atas dedikasi dan sinergi seluruh tim SAR gabungan. Semoga kerja kemanusiaan ini menjadi ladang pengabdian bagi kita semua,” tutup Sultan.
Editor: Ariel

