By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Transisi di Tengah Krisis, Siapa Pengganti Ali Khamenei? 
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > World > Transisi di Tengah Krisis, Siapa Pengganti Ali Khamenei? 
World

Transisi di Tengah Krisis, Siapa Pengganti Ali Khamenei? 

admin
admin
Share
3 Min Read
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Foto: THE TELEGRAPH
SHARE

Makassartoday.com, Teheran – Pasca pengumuman resmi dari media pemerintah Iran, IRNA, mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara pada Sabtu malam, perhatian dunia kini tertuju pada gedung Majelis Ahli (Assembly of Experts). Pertanyaan besar menyeruak: siapa yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan tertinggi Republik Islam Iran?

Berdasarkan konstitusi Iran, suksesi kepemimpinan tidak terjadi secara otomatis. Saat ini, Iran memasuki masa transisi di bawah kendali dewan sementara yang terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan perwakilan dari Dewan Penjaga.

Meskipun proses pemilihan oleh 88 anggota Majelis Ahli bersifat rahasia, beberapa nama tokoh lokal telah lama menjadi perbincangan hangat di kalangan elit politik Teheran:

1. Mojtaba Khamenei (56): Putra kedua Ali Khamenei ini dianggap sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di balik layar, terutama dalam koordinasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Meski sering dikaitkan dengan suksesi dinasti, pencalonannya diprediksi akan menghadapi tantangan ideologis terkait prinsip anti-monarki revolusi 1979.

Periklanan
Ad imageAd image

2. Alireza Arafi: Seorang ulama senior yang menjabat sebagai kepala sistem seminari Iran dan anggota Dewan Penjaga. Arafi dipandang sebagai figur “jalan tengah” yang memiliki kredibilitas teologis tinggi dan loyalitas tak tergoyahkan pada sistem Velayat-e Faqih.

3. Gholam-Hossein Mohseni-Ejei: Sebagai Kepala Kehakiman saat ini, ia memiliki dukungan kuat dari faksi garis keras dan aparat keamanan. Pengalamannya di bidang intelijen menjadikannya kandidat yang dianggap mampu menjaga stabilitas nasional di tengah krisis.

4. Hassan Khomeini: Cucu dari pendiri revolusi, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Meskipun populer di kalangan reformis, langkahnya diprediksi akan dijegal oleh Dewan Penjaga karena pandangan politiknya yang dianggap terlalu moderat.

Laporan dari kantor berita Fars menyebutkan bahwa Majelis Ahli diperkirakan akan segera menggelar sidang darurat. Namun, analis politik lokal menekankan bahwa keputusan akhir tidak hanya bergantung pada suara ulama, tetapi juga pada “restu” dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

“Stabilitas adalah prioritas utama. Siapa pun yang terpilih harus mampu menyatukan faksi militer dan klerikal (ulama) di tengah tekanan internasional yang meningkat,” tulis salah satu kolom analisis di media Teheran.

Masa Transisi 50 Hari

Sesuai Pasal 111 Konstitusi Iran, Majelis Ahli harus segera memilih pemimpin baru. Selama masa tunggu ini, segala urusan kenegaraan yang biasanya memerlukan persetujuan Rahbar (Pemimpin Tertinggi) akan dikelola oleh dewan kepemimpinan sementara.

Pemerintah Iran telah menetapkan 40 hari masa berkabung nasional, dan seluruh mata akan memantau setiap pergerakan di Qom serta Teheran untuk melihat arah masa depan Iran di era pasca-Khamenei.

You Might Also Like

Update Aturan THR 2026: Jadwal Cair, Besaran Anggaran, dan Nasib Bonus Driver Ojol

Terungkap di Sidang Etik Kematian Bripda Dirja: Senior Sempat Rekayasa Kronologi dan Kerap Aniaya Junior

Viral Kaitkan Rudal Sejjil dengan ‘Bintang Berekor’, Netizen Hubungkan Konflik Timteng dengan Hadis Akhir Zaman

Tel Aviv Dilaporkan Siaga Satu: Serangan Rudal Iran Picu Kerusakan dan Korban Jiwa

Polisi Bubarkan Aksi Tembak-tembakan Senjata Mainan di Jalan Andi Djemma

TAGGED: Ali Khamenei, focus, Iran
admin Maret 1, 2026 Maret 1, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Serangan AS-Israel Tewaskan Ali Khamenei, Iran Tetapkan 40 Hari Masa Berkabung
Next Article Eskalasi AS-Israel ke Iran: Ambang Perang Dunia atau Gertakan Geopolitik?
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Momen Hangat di Jalan Sulawesi, Saat Perayaan Cap Go Meh dan Buka Puasa Bersatu dalam Toleransi ala Makassar
Metro Maret 3, 2026
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Syahrial, Korban Jatuh dari Tebing Selayar
Sulsel Maret 3, 2026
Appi Minta RT/RW Aktifkan Siskamling Jelang Mudik Lebaran 2026
Metro Maret 3, 2026
Fenomena Langka Blood Moon 3 Maret: Alasan Ilmiah di Balik Bulan yang Berubah Merah Darah
Nasional Maret 3, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?