Makassartoday.com, Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediaman pribadinya di Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026). Pertemuan tersebut menjadi sangat krusial mengingat situasi Timur Tengah yang sedang membara pasca-serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun serius tersebut, Dubes Boroujerdi memaparkan kondisi terkini di negaranya. Ia melaporkan dampak serangan yang tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga memakan banyak korban sipil, termasuk anak-anak sekolah.
Salah satu poin paling mengejutkan dalam laporan tersebut adalah konfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Saat ini, Iran tengah berada dalam masa berkabung nasional selama 40 hari.
Dubes Boroujerdi menyampaikan harapan besar agar umat Islam di seluruh dunia, khususnya Indonesia, memberikan dukungan moral dan mengecam tindakan tersebut. Iran juga mendorong forum internasional seperti OKI dan PBB untuk bersuara keras mengutuk serangan yang dinilai ilegal tersebut.
Menanggapi situasi yang kian genting, Jusuf Kalla mengungkapkan langkah diplomatik yang tengah dipertimbangkan Pemerintah Indonesia. JK menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan kesediaannya untuk mengambil peran sebagai mediator atau penengah konflik.
“Presiden Prabowo menyatakan kesiapan untuk menjadi mediator, namun hal ini tentu harus berdasarkan persetujuan dari kedua belah pihak yang berkonflik,” ujar JK yang dalam pertemuan tersebut didampingi oleh mantan Menkumham, Hamid Awaluddin.
Bahkan, terdapat rencana diplomatik lebih lanjut di mana Presiden Prabowo mempertimbangkan kunjungan langsung ke Iran guna memfasilitasi dialog damai dan meredam ketegangan lebih lanjut.

