Makassartoday.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) secara terbuka meminta masyarakat untuk ikut serta mengawasi kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak tanggung-tanggung, masyarakat dipersilakan mengunggah hingga memviralkan menu tersebut ke media sosial jika ditemukan ketidaksesuaian.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa keterlibatan publik sangat krusial mengingat luasnya jangkauan program ini yang melibatkan puluhan ribu dapur produksi di seluruh Indonesia.
“Kami sangat terbantu kalau masyarakat boleh meng-upload menu, tapi tolong sebutkan sekolah di mana, SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di desa mana, daerah mana, kecamatan mana, kabupaten mana,” ujar Nanik dalam keterangannya di Jakarta.
Nanik menjelaskan bahwa pencantuman detail lokasi seperti nama sekolah dan dapur (SPPG) sangat penting agar pihak BGN bisa melakukan tindakan segera jika ada keluhan terkait kualitas makanan.
“Hari itu juga kita tindak lanjuti. Hari itu juga! Karena kita butuh masyarakat yang mengawasi,” tegasnya.
Ia menjamin bahwa masyarakat tidak perlu takut untuk bersuara di media sosial. Pihaknya memastikan tidak akan ada tindakan represif bagi warga yang memberikan kritik membangun demi kualitas gizi anak sekolah.
“Aman! Aman! Enggak ada (didatangi aparat). Kita di BGN punya pengawas hanya sekitar 70 orang, bagaimana mau mengawasi 30 ribu lebih dapur nanti? Sekarang saja sudah ada 24 ribu,” ungkap Nanik menjelaskan keterbatasan personil internalnya.
Meski membebaskan masyarakat untuk memviralkan menu MBG, Nanik memberikan satu catatan penting, yakni keaslian dan aktualitas konten. Ia mengimbau agar masyarakat tidak mengunggah video lama atau dari tahun-tahun sebelumnya yang kemudian dinarasikan seolah-olah terjadi saat ini.
“Tolong disebutkan alamatnya di mana, kapan. Jangan video yang sudah tahun lalu di-viralkan (kembali),” tambahnya.
Melalui langkah ini, Badan Gizi Nasional berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dengan standar gizi yang terjaga di seluruh pelosok tanah air melalui kontrol sosial yang aktif.

