Makassartoday.com, Makassar – Ada pemandangan berbeda dalam agenda buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Alih-alih memilih hotel berbintang, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, justru memilih Mes Pemda Sidrap di Jalan Bau Mangga, Makassar, sebagai lokasi silaturahmi, Sabtu (14/3/2026).
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Syahar, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa nilai sejarah dan “marwah” gedung jauh lebih penting daripada kemewahan fasilitas hotel.
“Kita bisa saja menggelar buka puasa bersama di hotel, itu bisa. Tapi bukan itu maknanya yang saya cari. Ini tempat bersejarah,” tegas Syahar di hadapan para pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan tamu undangan yang hadir.
Bagi Syahar, Mes Pemda bukan sekadar aset fisik, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya. Ia mengenang masa-masa saat dirinya masih aktif mengurus berbagai kegiatan di Makassar dan kerap menjadikan tempat tersebut sebagai persinggahan utama.
“Saya sendiri punya historis di sini. Dulu kalau urus-urus di Makassar, saya sering menginap di sini,” ungkapnya bernada nostalgia.
Lebih jauh, ia ingin mengembalikan citra Mes Pemda Sidrap sebagai kawah candradimuka bagi para pengabdi daerah. Menurutnya, gedung yang memiliki 21 kamar dan aula pertemuan ini telah menjadi saksi bisu lahirnya para pemimpin.
“Kami ingin mengembalikan marwah tempat ini. Dari sini banyak yang lahir, mulai dari birokrat sampai politisi,” tambahnya.
Meski digelar dengan suasana yang lebih kekeluargaan, antusiasme tamu yang hadir tetap membludak. Syahar pun menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran para tokoh masyarakat yang tetap solid menjalin silaturahmi di bulan suci Ramadan.
“Alhamdulillah, antusias orang yang datang sangat besar,” tutupnya.
Saat ini, Mes Pemda Sidrap terus difungsikan sebagai fasilitas pendukung kegiatan pemerintahan sekaligus tempat menginap bagi tamu daerah, yang kini diharapkan kembali menjadi pusat pergerakan ide bagi kemajuan Bumi Nene Mallomo di ibu kota provinsi.
Editor: Fat

