By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Klaim Tanah Adat 20 Tahun, Penertiban PKL di Jalan Satando Berakhir Ricuh
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Metro > Klaim Tanah Adat 20 Tahun, Penertiban PKL di Jalan Satando Berakhir Ricuh
Metro

Klaim Tanah Adat 20 Tahun, Penertiban PKL di Jalan Satando Berakhir Ricuh

admin
admin
Share
3 Min Read
Penertiban PKL di Jalan Satando, Kamis (26/3/2026) siang berakhir ricuh. Sejumlah warga yang menolak penggusuran hingga bentrok dengan petugas gabungan./Foto: tangkapan layar
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Upaya penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Satando, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, berakhir ricuh pada Kamis (26/3/2026) siang hingga sore hari. Sejumlah warga yang menolak penggusuran terlibat bentrok dengan petugas gabungan dan nekat melempari petugas menggunakan batu hingga petasan.

Pantauan di lokasi, ketegangan mulai memuncak saat tim gabungan dari Satpol PP Makassar, TNI, dan Polri tiba bersama alat berat ekskavator untuk membongkar lapak yang dinilai berdiri di atas fasilitas umum. Massa yang sudah bersiaga segera melakukan penghadangan dan memblokade jalan masuk.

Kronologi Bentrokan

Bentrokan pecah saat petugas berusaha merangsek maju. Warga mulai melemparkan botol air mineral, balok kayu, hingga batu ke arah petugas. Tak hanya itu, suara ledakan petasan terdengar berkali-kali di tengah kerumunan massa yang berusaha memukul mundur aparat. Sebagai bentuk protes, warga juga melakukan aksi bakar ban bekas di tengah jalan yang mengakibatkan kepulan asap hitam pekat menyelimuti lokasi.

Periklanan
Ad imageAd image

“Situasi sempat memanas karena adanya perlawanan dari warga. Kami sempat dipukul mundur untuk menghindari adanya korban jiwa lebih lanjut karena lemparan batu yang cukup masif,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Klaim Tanah Adat

Perlawanan warga didasari oleh keyakinan bahwa lahan yang mereka tempati bukan merupakan fasilitas umum, melainkan tanah adat. Salah seorang warga setempat mengklaim telah menempati lokasi tersebut selama lebih dari 20 tahun.

“Ini tanah adat, kami sudah puluhan tahun di sini. Kami sedang menunggu dokumen asli dari ahli waris yang saat ini berada di Jakarta. Tolong beri kami waktu, jangan asal bongkar,” ungkap salah satu pedagang di lokasi kejadian.

Situasi Terkini

Hingga pukul 16.50 WITA, situasi di Jalan Satando dilaporkan mulai berangsur kondusif, meski sisa-sisa batu dan puing pembakaran ban masih berserakan di jalanan. Aparat keamanan tetap disiagakan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi bentrokan susulan.

Akibat kejadian ini, arus lalu lintas menuju kawasan Pelabuhan Makassar dan wilayah Ujung Tanah sempat mengalami kemacetan panjang. Beberapa petugas dan warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena lemparan benda tumpul selama kericuhan berlangsung.

Pemerintah Kota Makassar sendiri sebelumnya menegaskan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari upaya penataan kota dan pengembalian fungsi trotoar serta drainase yang selama ini tertutup oleh lapak pedagang liar.

Editor: Ibrahim

You Might Also Like

Lapak PKL di Jalan Kalimantan Dibongkar, Pemkot Makassar Siapkan Solusi Relokasi

Pemkot Makassar Jadi yang Tercepat Serahkan LKPD 2025 ke BPK Sulsel

Appi Tawarkan Potensi Spermonde di Forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI 2026

Intip Pertemuan Empat Mata Appi-Danny di Momen Idulfitri 1447 H

Lautan Jemaah Padati Karebosi, Munafri-Aliyah Ajak Warga Perkuat Persatuan di Hari Kemenangan

TAGGED: focus, Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar, PK5
admin Maret 26, 2026 Maret 26, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Bukan Mukena, Lucinta Luna Tampil Maskulin Pakai Peci dan Baju Koko Saat Salat Id
Next Article Appi Tawarkan Potensi Spermonde di Forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI 2026
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Lapak PKL di Jalan Kalimantan Dibongkar, Pemkot Makassar Siapkan Solusi Relokasi
Metro Maret 26, 2026
Pemkot Makassar Jadi yang Tercepat Serahkan LKPD 2025 ke BPK Sulsel
Metro Maret 26, 2026
Appi Tawarkan Potensi Spermonde di Forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI 2026
Metro Maret 26, 2026
Bukan Mukena, Lucinta Luna Tampil Maskulin Pakai Peci dan Baju Koko Saat Salat Id
Selebriti Maret 22, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?