Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Sulsel » 6 Mahasiswa KKN Unhas Terjabak dalam Goa

6 Mahasiswa KKN Unhas Terjabak dalam Goa

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Pangkep – Niat hati ingin mengembangkan potensi pariwisata daerah, enam mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) justru mengalami insiden tak terduga. Mereka terjebak di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa, Desa Belae, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, akibat kelelahan dan cedera saat mendaki.

Insiden bermula pada Minggu malam (26/7/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Saat itu, para mahasiswa sedang menjalankan program kerja inovasi desa terkait pemajuan pariwisata minat khusus. Di tengah perjalanan, salah satu mahasiswa bernama Ine Agustina (21) mengalami kram kaki. Sementara lima rekannya mengalami kelelahan hebat hingga tidak mampu melanjutkan perjalanan dan membutuhkan bantuan evakuasi darurat.

Laporan kejadian baru diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar pada Senin dini hari (27/7/2026) pukul 02.30 WITA dari seorang warga setempat bernama Haru.

“Setelah menerima laporan warga mengenai adanya pendaki yang mengalami kram kaki di area Goa Kalibbong Alloa, kami segera memberangkatkan Tim Penyelamat lengkap dengan peralatan evakuasi khusus untuk memberikan bantuan penanganan medis dan evakuasi di lokasi,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan.

Tim SAR bergerak cepat menggunakan truk personel yang dilengkapi alat komunikasi, peralatan medis, serta perlengkapan evakuasi khusus. Mereka tiba di lokasi pada pukul 04.14 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan di lapangan.

Proses evakuasi yang melibatkan Tim SAR Makassar, BPBD Pangkep, Polsek Minasatene, Potensi SAR Pangkep, organisasi Tropica, dan masyarakat setempat ini berjalan cukup alot karena medan yang ekstrim.

“Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah medan tebing terjal setinggi kurang lebih 25 meter. Tim SAR Gabungan harus menerapkan teknik evakuasi khusus menggunakan sistem tali untuk menurunkan seluruh korban dengan aman,” jelas Andi Sultan.

Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 09.47 WITA, seluruh korban—yakni Ine Agustina, Baso Rafiansyah, Riyanti Rahmania Putri, Adel Zain Filadelfia, Mutiara Kamilah, dan Lulu—berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Seluruh mahasiswa tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Minasatene untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Operasi SAR secara resmi ditutup pada pukul 10.00 WITA setelah seluruh korban diserahterimakan ke pihak medis.

  • person
Bagikan Threads
expand_less