Dari Karst Maros Hingga Balla Lompoa Gowa: Intip Keseruan Touring The Dudas -1 di Sulsel
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tidak hanya menjajal trek riding yang mulus, Ariel dan kawan-kawan juga menyempatkan diri menaiki perahu tradisional menelusuri sungai kecil di antara gugusan bentang alam hijau. Keindahan lanskap Maros pun tak luput dari unggahan media sosial mereka yang langsung dibanjiri jutaan likes dan komentar kagum netizen.
Tampil Lokal dan Belajar Sejarah di Balla Lompoa Gowa
Puas menikmati keasrian alam Maros, rombongan melanjutkan perjalanan menuju destinasi bersejarah, Museum Balla Lompoa di Kabupaten Gowa. Kedatangan mereka di bekas Istana Kerajaan Gowa ini langsung disambut hangat warga sekitar.
Momen menarik terjadi saat para personel diajak mengenakan busana adat khas Makassar, lengkap dengan kain lipa’ sabbe (sarung sutra) dan passapu (penutup kepala tradisional). Gaya gagah nan ramah dari keempat bintang papan atas ini makin mencuri perhatian saat mereka menyapa serta berswafoto bersama masyarakat lokal.
“Luar biasa sekali sambutan warga di sini. Bangunan Balla Lompoa ini sangat megah dan punya nilai sejarah yang luar biasa. Kami banyak belajar hal baru tentang kebudayaan Gowa,” tutur Raffi Ahmad di sela-sela kunjungan.
Promosikan Potensi Pariwisata Sulawesi Selatan
Di luar aksi touring dan canda tawa khas Desta serta Gading yang selalu mencairkan suasana, kehadiran The Dudas Minus One membawa dampak positif bagi pariwisata daerah. Sorotan media sosial dari para anggota geng ini secara tidak langsung mempromosikan keindahan alam, kekayaan sejarah, serta kehangatan kuliner Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.
Rangkaian touring ini membuktikan bahwa Sulawesi Selatan bukan hanya destinasi yang menantang bagi para pecinta otomotif, tetapi juga kaya akan nilai budaya yang memikat hati siapa pun yang berkunjung.
- person

