Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Sulsel » Kuota Solar di Makassar Tak Berkurang Tapi Tetap Langka, Ada Apa?

Kuota Solar di Makassar Tak Berkurang Tapi Tetap Langka, Ada Apa?

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Makassar — Antrean panjang kendaraan berat seperti truk dan bus yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar. Fenomena sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ini dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat.

Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbah, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan menelusuri penyebab pasti di balik kelangkaan solar tersebut.

Langkah ini dinilai krusial karena berdasarkan data dari DPD VII Hiswana Migas Wilayah Sulawesi (Sulselbar) yang dipimpin oleh Ir. M. Hasbidin, kuota pasokan solar untuk Kota Makassar dipastikan tidak mengalami pengurangan sama sekali.

“Memang hari-hari ini sangat meresahkan di setiap SPBU di Kota Makassar dengan adanya antrean mobil truk dan mobil bus karena adanya kelangkaan BBM jenis solar,” ujar Muchlis, Selasa (8/9/2026).

Muchlis menilai, antrean panjang ini kemungkinan dipicu oleh panic buying dari para pengusaha ekspedisi, truk, dan bus yang khawatir kehabisan stok. Namun, logika tersebut menjadi ganjil apabila pasokan dari distributor utama sebenarnya tetap stabil.

“Kalau menurut Ketua Hiswana Migas jatah BBM solar untuk Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar tidak berkurang, kenapa bisa terjadi antrean? Jadi dicurigai ada penimbunan ini barang (solar),” tegasnya.

Atas dasar itu, ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas rantai distribusi solar mulai dari tingkatan SPBU hingga sampai ke tangan konsumen akhir guna menemukan titik penyumbatan pasokan.

“Kami minta kepada APH untuk menelusuri aliran BBM ini sampai ke konsumen, kenapa sampai terjadi kelangkaan sementara jatahnya tidak berkurang,” tambah Muchlis.

Lebih lanjut, Muchlis memaparkan bahwa kondisi antrean kendaraan yang mengular hingga berjam-jam ini memberi dampak negatif langsung bagi warga Makassar. Selain memicu kemacetan parah di ruas jalan protokol, keberadaan armada berat yang parkir di bahu jalan juga berpotensi tinggi memicu kecelakaan lalu lintas.

Ia berharap kepolisian dan instansi terkait dapat bergerak cepat melakukan penyelidikan di lapangan agar praktik penimbunan—jika terbukti ada—dapat ditindak tegas dan pasokan solar kembali normal.

  • person
Bagikan Threads
expand_less