Diskominfo dan BMKG Diminta Sajikan Informasi Kualitas Udara Makassar Tiap Hari Lewat Ponsel
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Pemerintah Kota Makassar memperketat pemantauan kualitas udara menyusul fenomena kabut asap yang menyelimuti wilayah kota selama beberapa hari terakhir. Untuk memastikan masyarakat mendapatkan data akurat dan cepat, Pemkot Makassar menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanganan Pencemaran Udara PM2.5 dan Kabut Asap yang digelar di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (14/10/2026).
Rapat tersebut dilaksanakan atas instruksi langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda.
Melalui skema koordinasi ini, Diskominfo Makassar diminta menggandeng BMKG serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengintegrasikan data hasil pengukuran kualitas udara harian secara transparan ke dalam aplikasi Lontara.
“Informasi ini sangat penting diketahui masyarakat. Dengan melihat status dan ukuran kualitas udara setiap hari di aplikasi Lontara, masyarakat bisa mengetahui kondisi riil di lapangan sehingga dapat menyesuaikan aktivitas luar ruangan mereka,” tegas Sekda Makassar, Andi Zulkifly Nanda, usai memimpin rapat.
Kualitas Udara Masuk Kategori ‘Sangat Tidak Sehat’
Berdasarkan data pemantauan BMKG yang dipaparkan dalam rapat koordinasi, kualitas udara di Kota Makassar tercatat berada dalam kategori Sangat Tidak Sehat selama dua hari terakhir.
Zulkifly menjelaskan, tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 sebagian besar dipicu oleh kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari kabupaten tetangga serta provinsi lain yang terbawa angin timur hingga tenggara. Selain itu, polusi kendaraan di kawasan perkotaan turut memperparah tingkat pencemaran.
“Sumbernya dominan merupakan kiriman karhutla, diperparah aktivitas transportasi di dalam kota. Karena itu, validasi data BMKG yang disalurkan melalui platform digital Diskominfo menjadi rujukan penting pemkot dalam mengambil tindakan terukur,” tambahnya.
Siapkan Langkah Antisipasi Kesehatan dan Pendidikan
Secara terpisah, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan respon cepat antar-SKPD sangat krusial untuk melindungi warga dari paparan partikel PM2.5.
“Saya terus memantau perkembangan kabut asap di Makassar. Koordinasi lintas SKPD dan instansi, termasuk BMKG terkait cuaca dan kualitas udara, terus kita perkuat agar penanganan dampak karhutla ini cepat dan tepat,” kata Appi.
Selain instruksi penyajian data digital kepada Diskominfo, Pemkot Makassar juga menetapkan sejumlah langkah taktis:
Dinas Kesehatan dan Puskesmas diminta bersiap antisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), melaporkan perkembangan kasus harian, serta memastikan ketersediaan stok oksigen medis di RSUD dan Puskesmas.
Dinas Pendidikan diminta siaga. Pembagian masker secara masif kepada siswa di sekolah-sekolah telah dimulai—salah satunya ditinjau langsung di SMP Negeri 6 Makassar.
Jika indikator kualitas udara dari BMKG masuk pada level Berbahaya**, Pemkot Makassar siap menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para siswa.
Meskipun laporan Dinkes menunjukkan kasus ISPA belum mengalami peningkatan signifikan, Pemkot Makassar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas berlebih di luar ruangan, serta konsisten menggunakan masker.
- person

