By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Over Kapasitas, Usia TPA Antang Diprediksi Tinggal 2 Tahun Lagi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Scroll Untuk Melihat Konten
Ad imageAd image
Makassar Today > Blog > Sulsel > Over Kapasitas, Usia TPA Antang Diprediksi Tinggal 2 Tahun Lagi
Sulsel

Over Kapasitas, Usia TPA Antang Diprediksi Tinggal 2 Tahun Lagi

admin
admin
Share
3 Min Read
Suasana TPA Antang./Foto: Int
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menaruh perhatian khusus terhadap kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kecamatan Manggala.

Appi, sapaan akrab Munafri, bahkan menyebut bahwa usia TPA Antang tak lebih dari 2 atahun lagi. Hal itu lantaran penanganan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga ke hilir, sejauh ini belum berjalan ekeftif.

Berdasarkan data yang ada, kata Appi, dari 388.000 ton sampah yang dihasilkan masyarakat, 290.000 ton di antaranya masih berakhir di TPA setiap tahun.

“Kalau kita tidak melakukan intervensi dari sekarang, umur TPA kita tidak lebih dari dua tahun. Ini alarm bahaya yang sudah menyala. Kita tidak bisa hanya bicara di ruang diskusi, tapi harus turun langsung menyelesaikan persoalannya,” tegas Appi saat memberikan sambutan pada kegiatan Kick Off “Makassar Eco Circular Hub: Kolaborasi Stakeholder Menuju Makassar Bebas Sampah 2029” yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, bekerja sama dengan Universitas Bosowa, di Gedung Lestari 45, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga: Pemkot Makassar Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Zero Waste

Untuk itu, Appi kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan sampah secara menyeluruh, demi terwujudnya Makassar Bebas Sampah atau Zero Waste 2029.

Appi juga mengajak kalangan akademisi, khususnya mahasiswa Universitas Bosowa, untuk ikut menjadi agen perubahan dalam gerakan lingkungan. Ia bahkan menggagas gerakan” Satu Mahasiswa, Satu Pohon” sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap perubahan iklim.

“Saya mohon agar setiap mahasiswa baru yang masuk diwajibkan menanam satu pohon. Pohon itu menjadi tanggung jawab selama kuliah. Pilihlah pohon-pohon lokal Sulawesi Selatan yang kuat dan bermanfaat,” harap Appi.

Appi juga meminta seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat RT/RW segera turun ke masyarakat untuk memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif.

“Saya minta para camat, lurah, RT, dan RW benar-benar memastikan wilayahnya sudah menjalankan pengelolaan sampah secara maksimal. Jangan berhenti di seminar atau kick off. Mari kita pastikan setelah keluar dari ruangan ini, tidak ada lagi tempat sampah yang isinya campur aduk,” tambah Munafri.

Kegiatan Kick Off Makassar Eco Circular Hub ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis kolaborasi.

Pemkot sendiri menargetkan Kota Makassar bebas sampah di tahun 2029, dengan pondasi utama Rumah Tangga Zero Waste 2028, dimulai dari perubahan kebiasaan, inovasi lokal, dan aksi nyata di lapangan.

Editor: Syafril R

- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Makassar Meningkat Signifikan

Diklaim Bikin Macet, Lapak Pedagang di Jalan Saripa Raya Dibongkar Satpol PP

5 Nelayan Terombang-ambing di Perairan Barang Lompoa Berhasil Dievakuasi

Appi Tegaskan Proyek PSEL Tak Boleh Rugikan Masyarakat

Kasus Kebakaran di Makassar Menurun Tahun 2025

TAGGED: focus, Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar, TPA Antang
admin Oktober 10, 2025 Oktober 7, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Pemkot Makassar Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Zero Waste
Next Article 150 Siswa di Kepulauan Sangkarrang dapat Seragam Gratis
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Makassar Meningkat Signifikan
Sulsel Januari 5, 2026
Diklaim Bikin Macet, Lapak Pedagang di Jalan Saripa Raya Dibongkar Satpol PP
Sulsel Januari 3, 2026
Guru Besar UI Kritik KUHAP dan KUHP Baru: Kita Masih Negara Hukum atau Tidak?
Nasional Januari 2, 2026
5 Nelayan Terombang-ambing di Perairan Barang Lompoa Berhasil Dievakuasi
Sulsel Januari 2, 2026
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?