By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Anggota DPR RI Usul Bentuk UU AI untuk Perkuat Ketahanan Nasional 
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Scroll Untuk Melihat Konten
Ad imageAd image
Makassar Today > Blog > Nasional > Anggota DPR RI Usul Bentuk UU AI untuk Perkuat Ketahanan Nasional 
Nasional

Anggota DPR RI Usul Bentuk UU AI untuk Perkuat Ketahanan Nasional 

admin
admin
Share
4 Min Read
nggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi saat menghadiri Kunjungan Kerja di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/2/2026). Foto: RR/Mahendra
SHARE

Makassartoday.com, Bogor – Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan pentingnya kehadiran regulasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang adaptif, progresif, namun tetap berpihak pada petani kecil agar pemanfaatannya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Kunjungan Kerja dalam rangka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menganalisa Peluang dan Tantangan Implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Indonesia” di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/2/2026).

Habib yang juga Anggota Panitia Kerja Artificial Intelligence (Panja AI) BKSAP DPR RI turut menyoroti bahwa hingga saat ini Indonesia baru memiliki Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 sebagai pedoman pemanfaatan AI, yang sifatnya belum mengikat secara hukum.

“Kalau kita bicara regulasi AI hari ini, satu-satunya yang kita miliki baru sebatas surat edaran dan itu non-binding. Ini tentu belum cukup untuk menjawab tantangan ke depan,” ujarnya, dikutip dari lama resmi dpr.go.id.

 Ia menilai pengalaman Uni Eropa melalui EU AI Act dapat menjadi rujukan penting bagi Indonesia. Namun, Habib mengingatkan agar regulasi AI nasional tidak justru mengekang inovasi.

“Yang kita butuhkan adalah undang-undang AI yang mampu menjaga keseimbangan, inovasi di sektor pertanian tetap tumbuh, tapi di sisi lain perlindungan data, khususnya data petani, juga terjamin,” katanya.

Lebih lanjut, Habib menekankan bahwa ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada petani kecil. Ia memaparkan, sekitar 60,8 persen petani di Indonesia merupakan petani gurem dengan kepemilikan lahan di bawah 0,5 hektare, sementara 28,1 persen lainnya merupakan petani menengah dengan lahan 0,5 hingga 2 hektare.

 “Ujung tombak ketahanan pangan itu ada di petani kecil. Fakta ini tidak boleh diabaikan dalam perumusan kebijakan maupun pengembangan teknologi,” tegasnya.

 Menurut Habib, kondisi tersebut menuntut pengembangan teknologi pertanian berbasis AI yang berskala kecil, terjangkau, dan mudah diadopsi. “Teknologi yang kita pikirkan harus low-cost precision farming. Jangan sampai smart farming hanya identik dengan teknologi mahal yang sulit dijangkau petani gurem,” ujarnya. Ia menambahkan, sekitar 17,24 juta petani gurem membutuhkan solusi teknologi yang realistis dan aplikatif.

Habib juga mendorong agar pengembangan AI pertanian, seperti teknologi deteksi hama dengan tingkat akurasi tinggi, tidak hanya dinikmati korporasi besar. “Pertanyaannya, bagaimana AI dengan kemampuan deteksi hama sampai 95 persen itu bisa diakses petani kecil? Idealnya cukup lewat perangkat sederhana seperti ponsel pintar atau farming IoT yang mudah digunakan,” katanya.

Politisi Fraksi PKS ini juga menilai diskursus AI dan ketahanan pangan juga memiliki dimensi diplomasi parlemen. Ia menyebut Indonesia perlu memiliki narasi dan model yang kuat untuk ditawarkan ke dunia internasional.

 “Kalau kita membawa Model Ketahanan Pangan Berbasis AI Indonesia ke forum global, harus ada unique selling point yang bisa kita banggakan,” ujar Habib.

Ia meyakini riset dan inovasi IPB University memiliki potensi besar sebagai keunggulan kompetitif Indonesia, khususnya sebagai negara tropis. “Teknologi AI pertanian yang relevan dengan karakter wilayah tropis adalah modal penting bagi Indonesia untuk tampil sebagai rujukan di kawasan, bahkan di tingkat global,” pungkasnya. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan Saat Pimpin Pelepasan Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Teridentifikasi, Ini Identitasnya

Seluruh Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Sudah 8 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Hingga Hari Keenam

Tim SAR Gabungan Evakuasi Enam Korban Pesawat ATR 42-500 dalam Bentuk Potongan Tubuh

TAGGED: DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi
admin Februari 4, 2026 Februari 3, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Forum Perangkat Daerah Kominfo Makassar Bahas Penguatan Digitalisasi dan Integrasi Layanan Publik
Next Article Suara dan LMC Gelar Workshop AI Tools for Jurnalists di Makassar
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Suara dan LMC Gelar Workshop AI Tools for Jurnalists di Makassar
Sulsel Februari 4, 2026
Forum Perangkat Daerah Kominfo Makassar Bahas Penguatan Digitalisasi dan Integrasi Layanan Publik
Sulsel Februari 3, 2026
Kapal Terbakar di Pelabuhan Paotere Makassar, Sembilan Orang jadi Korban
Sulsel Februari 3, 2026
Lumba-Lumba Tersesat di Mangrove Kuti-Caddi Maros
Sulsel Februari 3, 2026
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?