Makassartoday.com, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam menata kawasan kota yang dinilai semrawut guna menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi seluruh warga.
Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKB, Andi Makmur Burhanuddin, menegaskan bahwa lembaga legislatif pada prinsipnya berdiri di belakang upaya penataan, selama kebijakan tersebut menghadirkan solusi adil bagi pedagang.
“Kami DPRD Makassar pada prinsipnya mendukung upaya penataan selama kebijakan tersebut menghadirkan solusi yang adil dan mampu mempertemukan kepentingan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat yang mencari nafkah,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Menurut Andi Makmur, pemerintah kota memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa meskipun program penataan berjalan, keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil tidak boleh terabaikan sama sekali.
Ia menekankan bahwa diksi yang lebih tepat digunakan dalam kebijakan ini adalah “penataan” daripada sekadar penggusuran atau relokasi tanpa arah yang jelas.
“Konsepnya mungkin lebih kepada penataan. Iya, kalau untuk sementara penataan, itu lebih baik, dengan mempertimbangkan nasib masyarakat,” kata Andi Makmur menambahkan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa DPRD Makassar telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemkot Makassar terkait program penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang saat ini tengah masif dilakukan.
Fokus utama koordinasi tersebut adalah mencari formula terbaik agar program pemerintah berjalan lancar tanpa mengorbankan warga Makassar yang sedang berjuang mencari nafkah di jalanan.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Makassar dari Partai Demokrat, Ray Suryadi Arsyad, juga memberikan dukungan terhadap penertiban PKL, terutama yang menyalahgunakan ruang publik secara permanen.
Ray menilai selama ini pemerintah cenderung permisif, sehingga tumbuh anggapan di tengah masyarakat bahwa berjualan di bahu jalan dan trotoar adalah hal yang wajar.
“Bahu jalan itu bukan tempat jualan, trotoar itu bukan lapak. Tapi karena dibiarkan terus, orang jadi menganggap itu hal biasa. Padahal ini menyangkut keselamatan orang banyak,” tegas Ray Suryadi.

