By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: MUI Sebut Ada Potensi Perbedaan Awal Ramadan 1447 H
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Nasional > MUI Sebut Ada Potensi Perbedaan Awal Ramadan 1447 H
Nasional

MUI Sebut Ada Potensi Perbedaan Awal Ramadan 1447 H

admin
admin
Share
3 Min Read
MUI Ilustrasi
SHARE

Makassartoday.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyebut awal Ramadan 1447 H berpotensi berbeda di antara umat Islam Indonesia. Ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini mengajak umat untuk menyikapinya dengan dewasa.

“Hampir dipastikan berpotensi berbeda, mengawali Ramadan ini kita berbeda. Karena sudah ada yang menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari ini dengan menggunakan hisab sekaligus kalender global,” kata Kiai Cholil dikutip dari laman MUI Digital, Senin (16/2/2026).

Sementara itu, kelompok lainnya menggunakan metode hisab sekaligus imkanur rukyat yang kemungkinan dilihat saat matahari terbenam. “Nah, menurut imkanur rukyat, kemungkinan hilal tidak mungkin dapat diamati,” sambungnya.

Kiai Cholil menerangkan bahwa posisi derajat hilal kemungkinan masih berada di bawah 3 derajat. Sementara itu, kriteria MABIMS—yakni forum Menteri Agama anggota Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura—menyepakati bahwa hilal baru bisa dianggap terlihat jika sudah berada di atas 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.

Periklanan
Ad imageAd image

“Jadi bisa dipastikan awal Ramadan kita ini akan berbeda. Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi hal ini. Yang penting kita bisa menjalankannya dengan baik dan khusyuk,” ungkapnya.

Kiai Cholil menekankan agar jangan sampai ada gesekan yang dapat merusak ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim). Ia menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan demi kedekatan umat kepada Allah SWT.

“Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikr, masalah perbedaan pemikiran. Tidak perlu dibawa-bawa pada perpecahan, tetapi jadikanlah perbedaan ini sarana untuk kita belajar lebih banyak,” sambungnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menerangkan bahwa perbedaan tersebut bisa menjadi pembelajaran terkait kajian wihdatul mathali’ dan sa’atul mathali’, yakni bagaimana melihat bulan berdasarkan lokasi masing-masing.

“Ada yang menganggap seluruh dunia adalah satu kalender, satu mathla’, satu tempat terlihatnya bulan. Sehingga jika di satu negara hilal terlihat, maka negara lain dianggap sama-sama melihat dan memulai puasa,” terangnya.

Kiai Cholil mempersilakan umat Islam untuk mempelajari hal tersebut sebagai motivasi untuk memperdalam ilmu. Namun, ia kembali menegaskan agar perbedaan yang ada jangan sampai memicu perpecahan.

“Jadikanlah ikhtilaf ummati rahmat. Menjadi rahmat bagi kita untuk belajar lebih banyak lagi,” tegasnya.

You Might Also Like

Cemburu Buta Berujung Pidana: Pemuda di Makassar Hantam Wajah Pacar Pakai Helm Hingga Lebam

Pemerintah Batal Lakukan Penyesuaian Harga BBM pada 1 April 2026, Minta Masyarakat Tidak Panik

Pertalite dan BioSolar Tidak Naik, Ini Prediksi Harga BBM di Sulsel 1 April 2026

Hari Ketiga Pencarian, Seluruh Korban Air Bah Sungai Kalimborang Maros Ditemukan Meninggal Dunia

Tragedi Air Bah Tompobulu: Tim SAR Temukan Jenazah Fajrin, Satu Korban Lagi Masih Hilang

TAGGED: Bulan Suci Ramadan, focus, MUI, Ramadan
admin Februari 16, 2026 Februari 16, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article 23 Ucapan Selamat Imlek 2026 yang Penuh Makna dan Doa, Cocok untuk Status Media Sosial!
Next Article Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026, Ini Alasannya
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Rahasia Produktivitas Tinggi: Mengenal Sleep Hygiene dan Cara Menerapkannya
Health April 6, 2026
Appi Ultimatum Lurah yang Bolos Rakor Terkait Pengelolaan Sampah
Metro April 6, 2026
Cegah Kebocoran Anggaran, Wali Kota Makassar Bakal Sisir ‘Data Siluman’ Petugas Kebersihan
Metro April 6, 2026
5 Tahun Berdiri di Atas Drainase, Lapak Pedagang di Jalan Datuk Patimang Dibongkar
Metro April 5, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?