Makassartoday.com – Bulan Ramadan adalah momen spiritual yang dinanti, namun perubahan pola makan dan tidur seringkali menjadi tantangan bagi tubuh. Alih-alih merasa lemas dan mengantuk sepanjang hari, kita bisa tetap produktif dengan strategi nutrisi dan gaya hidup yang tepat.
Berikut adalah panduan praktis untuk menjaga tubuh tetap prima selama berpuasa:
1. Strategi Sahur: Fokus pada Energi Berkelanjutan
Sahur adalah “bahan bakar” utama Anda. Hindari karbohidrat sederhana yang cepat serap (seperti makanan terlalu manis) karena akan membuat Anda cepat lapar kembali.
Pilih Karbohidrat Kompleks: Gandum, nasi merah, atau oat.
Protein itu Wajib: Telur, ayam, atau tempe membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Serat dari Sayur & Buah: Membantu kelancaran pencernaan selama berpuasa.
2. Hidrasi Pintar (Rumus 2-4-2)
Dehidrasi adalah penyebab utama sakit kepala dan lemas saat puasa. Karena waktu minum terbatas, gunakan pola 2-4-2:
2 Gelas saat berbuka.
4 Gelas di malam hari (antara makan malam hingga menjelang tidur).
2 Gelas saat sahur.
3. Berbuka dengan Bijak (Jangan “Balas Dendam”)
Memang menggoda untuk menyantap semua gorengan di meja, tapi lonjakan gula darah yang tiba-tiba bisa membuat Anda mengantuk dan begah.
| Jenis Makanan | Rekomendasi | Alasan |
| Takjil | Kurma & Air Putih | Mengembalikan kadar gula darah secara alami. |
| Makanan Utama | Porsi Seimbang | Hindari makanan terlalu berminyak/pedas agar lambung tidak kaget. |
| Camilan Malam | Buah atau Kacang | Nutrisi tambahan tanpa kalori berlebih sebelum tidur. |
4. Tetap Bergerak (Low Intensity)
Puasa bukan alasan untuk rebahan seharian. Lakukan olahraga intensitas rendah seperti jalan santai atau peregangan 30 menit sebelum berbuka. Ini membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
5. Atur Manajemen Tidur
Kurang tidur dapat mengacaukan hormon rasa lapar (ghrelin). Usahakan untuk tidur lebih awal setelah tarawih dan sempatkan power nap (tidur singkat) selama 15-20 menit di siang hari jika memungkinkan.
Catatan Penting: Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes atau maag akut, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan ibadah puasa secara penuh.
(**)

