By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Stop Flexing! Ini 5 Etika Buka Puasa Bersama Saat Reuni Sekolah Agar Tak Jadi Ajang Pamer
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Lifesyile > Stop Flexing! Ini 5 Etika Buka Puasa Bersama Saat Reuni Sekolah Agar Tak Jadi Ajang Pamer
Lifesyile

Stop Flexing! Ini 5 Etika Buka Puasa Bersama Saat Reuni Sekolah Agar Tak Jadi Ajang Pamer

admin
admin
Share
3 Min Read
Ilustrasi Reuni Sekolah
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Musim buka puasa bersama (bukber) telah tiba. Salah satu agenda yang paling dinanti adalah reuni sekolah, mulai dari bangku SD hingga SMA. Namun, alih-alih menjadi ajang melepas rindu, reuni bukber sering kali berubah menjadi ajang pamer kesuksesan atau flexing.

Banyak orang merasa enggan hadir ke acara reuni karena khawatir akan dihujani pertanyaan seputar pencapaian materi, karier, hingga status pernikahan. Agar momen silaturahmi tetap hangat dan tanpa beban, berikut adalah hal-hal yang pantang dilakukan saat reuni sekolah:

1. Membicarakan Nominal Gaji dan Jabatan secara Berlebihan

Membahas pekerjaan memang wajar, namun menjurus ke nominal gaji, bonus, atau fasilitas kantor bisa membuat suasana menjadi kaku. Ingat, tidak semua teman memiliki perjalanan karier yang mulus. Fokuslah pada pengalaman menarik atau hobi, bukan pada angka di slip gaji.

Periklanan
Ad imageAd image

2. Sengaja Menunjukkan Atribut Kemewahan (Digital & Physical Flexing)

Menaruh kunci mobil mewah di atas meja dengan sengaja atau terus-menerus memutar jam tangan bermerek agar terlihat teman adalah tindakan yang kurang elegan. Begitu juga dengan terlalu sibuk membuat konten Instagram Story yang bertujuan memamerkan kemewahan tempat bukber tanpa memedulikan obrolan di meja.

3. Bertanya Hal Sensitif: “Kapan Nikah?” atau “Kapan Punya Anak?”

Pertanyaan ini sering dianggap basa-basi, padahal bagi sebagian orang, ini adalah pertanyaan yang menyakitkan. Reuni seharusnya menjadi ruang aman (safe space), bukan ruang interogasi. Jika teman tidak membuka topik tersebut, sebaiknya jangan bertanya.

4. Membandingkan Nasib Masa Lalu dengan Masa Sekarang

“Dulu kamu kan yang paling pintar di kelas, kok sekarang cuma begini?” Kalimat seperti ini adalah racun dalam reuni. Menghakimi kesuksesan seseorang berdasarkan masa lalunya di sekolah hanya akan menciptakan jarak dan rasa sakit hati.

5. Terlalu Sibuk dengan Gadget

Tujuan reuni adalah bertatap muka. Jika saat berkumpul semua orang justru sibuk dengan ponsel masing-masing untuk memamerkan kehadiran mereka di media sosial, maka esensi silaturahmi akan hilang. Simpan ponselmu, dan dengarkan cerita teman di sampingmu.

Sosiolog sering mengingatkan bahwa reuni adalah momen untuk kembali ke “titik nol”, di mana semua orang kembali menjadi teman sekolah tanpa embel-embel jabatan di belakang nama.

“Kesuksesan sejati dalam reuni bukan dilihat dari siapa yang paling kaya, tapi siapa yang paling mampu menjaga silaturahmi tanpa membuat orang lain merasa kecil hati.”

Dengan menghindari perilaku flexing, diharapkan acara buka puasa bersama tahun ini bisa benar-benar menjadi sarana memperpanjang umur dan melapangkan rezeki melalui hubungan yang tulus.

Editor: Ariel

You Might Also Like

Wujudkan Bakti Nusantara, 88 Siswa SIP Angkatan 55 Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

Semarak Ramadan di Sungguminasa, WASILAH 95 Padukan Reuni dan Kajian Keislaman

Jadwal Buka Puasa Makassar Hari Ini Kamis 26 Februari 2026: Cek Jam Magrib Kemenag Sekarang

Kurma Bukan Sekadar Takjil, Tapi Berkah di Atas Meja

Menu Sahur Praktis Anak Kos: Sehat, Murah, Anti-Ribet, dan Tahan Lama

TAGGED: Bulan Suci Ramadan
admin Februari 27, 2026 Februari 27, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article CPI Bukan Sirkuit! Tim Anti Balap Liar Tamalate Sikat 50 Motor Knalpot Brong, Kandang Satu Bulan!
Next Article Jauh-Jauh Hari! Menhub Dudy Kumpulkan Stakeholder di Makassar, Matangkan Skenario Mudik Lebaran 2026
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Pemkot Makassar Perkuat Implementasi SAKIP, Wali Kota Minta Komitmen dan Konsistensi Kinerja
Metro April 14, 2026
BI Lampung Studi Tiru Penerapan Sitem Digitalisasi Parkir di Makassar
Metro April 13, 2026
Cekcok Uang Berujung Maut, Terduga Pelaku Penganiayaan Berat di Makassar Diringkus Polisi
Hukum Kriminal April 13, 2026
Jukir Bantu Lebih Dominan dari yang Resmi, Perumda Parkir Makassar Endus Praktik Jual Beli Lahan
Metro April 13, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?