Warga Mengeluh! Parkir CFD Boulevard Makassar Mahal, Barang Hilang Jukir Malah Lepas Tangan
- calendar_month Minggu, 10 Mei 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, yang seharusnya menjadi ruang publik yang nyaman, kembali tercoreng. Seorang pengunjung wanita melaporkan kejadian tidak menyenangkan terkait praktik parkir liar dan hilangnya barang berharga pada Minggu pagi (10/5/2026).
Insiden ini memicu gelombang protes warga terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mengelola perparkiran di kawasan tersebut.
Kronologi Kejadian: Bayar Mahal Tanpa Keamanan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban memarkirkan kendaraannya di area CFD Boulevard. Korban mengaku ditarik tarif parkir yang jauh di atas standar oleh oknum Juru Parkir (Jukir).
Namun, nahas menimpa saat korban kembali ke kendaraannya. Barang milik korban telah raib. Ketika korban mencoba meminta pertanggungjawaban kepada jukir yang memungut biaya di awal, oknum tersebut justru bersikap acuh dan enggan bertanggung jawab.
“Sudah bayar mahal, tapi pas ada barang hilang mereka (jukir) malah lepas tangan. Lalu untuk apa kita bayar parkir kalau tidak ada jaminan keamanan?” ungkap salah satu rekan korban yang kecewa.
Kejadian ini kembali membuka luka lama mengenai karut-marut tata kelola parkir di titik-titik keramaian Makassar.
Beberapa poin kritis yang kini disorot oleh masyarakat, salah satunya pertanyaan mengapa jukir liar seolah dibiarkan bebas beroperasi setiap ada momentum CFD?
Warga mendesak agar Pemkot Makassar tidak menutup mata terhadap praktik pungli dan kelalaian ini. Publik menanti langkah konkret dari instansi terkait agar CFD tidak berubah menjadi ladang pemerasan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Terpisah, pihak Perumda Parkir Makassar menegaskan bahwa jukir tersebut bukan jukir resmi alias jukir liar.
“Menurut informasi Koordinator di sana (Panakkukang) bahwa orang tersebut bukan jukir resmi. Orang tersebut diketahui sebagai tukang bentor,” singkat Asrul selaku Humas Perumda Parkir Makassar.
- person


Saat ini belum ada komentar